Powered by Blogger.

Saturday, August 14, 2021

Industri Perfilman Indonesia

 

INDUSTRI PERFILMAN INDONESIA

Oleh : Darsono,SE,S.Kom, MM

SMK Negeri 6 Surakarta

  Tidak dipungkiri kehadiran artis-artis pendatang baru memunculkan banyak film-film indie yang keren dan berkualitas. Beberapa diantaranya sampai ditonton di luar negeri, seperti Belanda, Amerika dan Inggris dan masuk nominasi sebuah penghargaan. Hal ini menunjukkan kreativitas generasi muda makin diperhitungkan dan makin menambah kaya perbendaharaan karya film anak bangsa.

Film merupakan ide kreativitas yang diakui hak ciptanya dan mendatangkan pendapatan yang baik bagi para pelakunya sehingga menjadi sebuah industri berefek ganda (multiplayer effect), mulai dari pemain, properti, lokasi, industri makanan dan minuman / catering, sewa tempat dan rumah, sewa alat dan toko perlengkapan hingga pada masyarakat yang didatanginya.

Geliat industri film dapat dirasakan setelah pemerintah meyakini bahwa sektor seni dan industri kreatif di beberapa negara Asia maju pesat karena hal ini. Seperti Malaysia dengan Adit Sapa Jarwo-nya, Korea dengan Film Koreanya dan K-Pop nya dan mencanangkan Sektor seni dan Industri kreatif sebagai salah satu sektor penting dalam program Nawa Cita di Pemerintahan Joko Widodo sekarang ini.

Industri perfilman yang ada di daerah maupun pusat dapat membuka peluang sebesar-besarnya pada siswa / guru untuk berlatih mengasah kemampuan dan kreativitasnya untuk membuat film-film pendek berskala kecil maupun menengah sebagai ajang perlombaan dan apresiasi seni. Karena melalui hal ini dapat digali potensi besar dalam berkarya.

Oleh karena itu, di tahun mendatang industri perfilman Indonesia akan semakin semarak dan berkembang tidak kalah dengan luar negeri, tentunya didukung dengan penyiapan tenaga terampil, peralatan yang memadai, kurikulum yang sinergi dengan industri film serta diperkaya kegiatan positif pembuatan film dan ajang penghargaan di bidang perfilman.

Industri perfilman saat ini cukup banyak dibantu oleh hadirnya teknologi informasi seperti media sosial (Facebook, Instagram, Youtube dan lain-lain) yang sangat berperan dalam menyalurkan dan menyebarkan karya-kreatifnya. Melalui jejaring inilah karya anak muda bisa dinikmati dan bisa dikomentari secara keilmuan dan pengalamannya, bahkan melalui media inipun dapat menghasilkan uang yang tidak kecil yakni berupa vlog, film pendek atau apapun jenisnya yang bisa ditonton oleh banyak orang sehingga mendapatkan apreasiasi dari vendor.

Artinya kreativitas sekarang tidak terbatas pada satu dua media saja, tetapi bisa banyak media. Sekarang yang menjadi pertanyaan mendasar adalah bagaimana meningkatkan kreativitas anak-anak muda yang bisa bernilai positif untuk sebuah industri atau sebuah karya.