Powered by Blogger.

Peserta CGP Angkatan 4 Kota Surakarta

Calon Guru Penggerak Mengikuti Lokakarya 3 di Hotel Royal Herritage Solo

Mural Untuk Solo Bangkit

Tergerak, Bergerak, Menggerakkan

Pengelolaan Kelas Daring di SMK N 6 Surakarta

Selama masa pandemi pembelajaran hanya bisa secara daring guru dituntut bisa menggunakan aplikasi meeting.

Kangguru Mas Guru

Filosofi Semar pada Pewayangan Jawa yang ngemong, momong dan tut wuri handayani .

Foto Section CGP angkatan 4 Kota Surakarta

Berlangsung di Lokakarya 3 - Hotel Royal Herritage Solo.

Foto Section CGP angkatan 4 Kota Surakarta

Berlangsung di Lokakarya 3 - Hotel Royal Herritage Solo.

Showing posts with label Edutainment. Show all posts
Showing posts with label Edutainment. Show all posts

Monday, May 2, 2022

Sungkeman

Tahukah kamu, bahwa tradisi #sungkeman, #halalbihalal atau #silaturahmi untuk saling memaafkan di hari #Lebaran itu berasal dari #kotasolo?

Sungkeman berasal dari kata sungkem yang maknanya bersimpuh atau duduk berjongkok sambil mencium tangan. Biasanya sungkeman dilakukan oleh orang muda kepada orang tua, namun lazimnya hal ini dilakukan oleh seorang anak kepada orang tua mereka. Bagi orang Jawa sungkeman merupakan tradisi turun temurun.

Sejarah halal bihalal berawal dari tradisi sungkeman di #KeratonKasunanan Surakarta dan Pura #Mangkunegaran. Dalam catatan sejarah, tradisi sungkeman pertama kali didokumentasikan dan dilembagakan pada masa KGPAA Sri Mangkunegara I. Saat itu, beliau bersama seluruh punggawanya berkumpul bersama dan saling bermaafan setelah Sholat Id.

Namun karena situasi politik dan keamanan saat itu, menyebabkan pihak istana tak leluasa menggelar tradisi sungkeman. Kolonial Belanda mencurigainya sebagai pertemuan terselubung untuk melawan mereka. Bahkan dikisahkan, saat terjadi prosesi sungkeman di Gedung Habipraya, Singosaren, saat Lebaran tahun 1930, Belanda nyaris saja menangkap Ir. Soekarno, dan dr. R. Radjiman Widyodiningrat yang merupakan dokter pribadi SISKS #Pakubuwono (PB) X, Raja Keraton Surakarta. Sontak PB X yang juga berada di lokasi pada saat itu, langsung spontan menjawab jika itu bukan aksi penggalangan masa, tapi halal-bihalal/sungkeman saat Lebaran.

Tapi karena peristiwa itulah, akhirnya PB X justru malah membuka tradisi sungkeman menjadi semacam open house seperti sekarang.

Pada umumnya sungkeman dilakukan saat lebaran pertama, misalnya seorang cucu yang ingin sungkem kepada neneknya akan menghadap sang nenek dan duduk bersimpuh di depan nenek, kemudian cucu mengucapkan kalimat sungkeman dalam bahasa Jawa.
.
"Ngaturaken sugeng riyadi, nyuwun pangapunten sedaya kalepatan kula, nyuwun tambahing pangestu nggih”
.
(Saya mengucapkan selamat hari raya, mohon dimaafkan atas segala kesalahan saya, dan minta doa restunya)

Semoga tradisi sungkeman bisa kita jaga dan lestarikan, karena tradisi ini merupakan salah satu kearifan lokal  yang mulia yang layak menjadi kebanggaan Indonesia.

ilustrasi : pinterest
🔁 @solozamandulu

Friday, September 3, 2021

Nasehat Pak Ganjar

Jare pak Ganjare😀

Wong lanang yen wis duwe bojo, rasah gampang kepincut karo wong wedok sing mbok kiro luwih apik timbang bojomu.

Rausah kepengen sing ayu, sugih, romantis, perhatian, koyo bojone kancanmu, koyo bojone tonggomu.

Tak kandani mas. Asline...
kabeh wong wedok iku rasane podo.

Sak apik"e wong wedok mesti ono elek'e.
Ketoro apik mergo kowe durung weruh elek'e.
Sak elek"e wong wedok mesti ono apik'e.
Ketok elek mergo durung weruh apik'e.

Bojo sing wis ono kui disyukuri. Yen kurang siip alon2 di dandani.diragati 
Wong jomblo tahun tahunan menanti pasangan iku pirang pirang mas.
Masalahe dudu wong wedok iku apik utowo elek mas, masalahe sampean dewe sing kurang pinter memaknai. 
Susah seneng mlaku bareng, seng wes Ono di syukuri Kanti ikhlas Lego 
Insyaallah berkah

Dikutip dari : FB Pak Gajar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah

Diakui Aman Oleh WHO, Vaksin Nusantara Rupanya Tak Hanya Untuk Covid-19 Tapi Juga Ampuh Cegah 2 Virus ini.*


JaktimNews

2021/08/22 17:10

Buktikan Kemanjuran Vaksin Nusantara, Guru Besar Unair: Jalan Keluar Pandemi COVID-19 /Tangkapan layar YouTube Siti Fadilah Channel

JakTimNews.com - 
*Vaksin Nusantara yang digagas dr Terawan Agus Putranto ini, dikabarkan tak hanya mencegah Covid-19 saja.*

Namun, Vaksin Nusantara bisa mencegah beberapa virus, seperti *demam berdarah, Ebola dan HIV (human immunodeficiency virus).*

*Sebab penelitian Vaksin Nusantara atau imunoterapi dengan dendritik sel terus berlanjut.*

Menurut penelitian, Imunoterapi dapat memperlambat, menghentikan perkembangan sel kanker, serta mencegahnya menyebar ke organ lain.

Menurut Siti Fadilah, imunoterapi tersebut diyakini bisa menuntaskan masalah pandemi Covid-19.

Bahkan penyakit lainnya. Terlebih, kalangan lanjut usia (lansia) dan penderita komorbid, terapi ini jauh lebih aman dibandingkan vaksin konvensional.

*"Sebelumnya, dendritik sel tersebut adalah teknologi untuk melawan penyakit kanker, akan tetapi Terawan berhasil mengubahnya menjadi vaksin untuk infeksi Covid-19,"* jelas Siti Fadilah, pada kanal YouTubenya, dikutip Minggu 22 Agustus 2021.

Sementara Guru Besar Ilmu Biokimia dan Biologi Molekular Unair Prof drh Chairul Anwar Nidom sangat berharap Vaksin Nusantara sebagai solusi.

Vaksin Nusantara juga mungkin berguna untuk penyakit-penyakit lainnya.

Prof Dr mengatakan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari Vaksin Nusantara.

*"Saya berharap inilah jalan keluar dari pandemi atau dari virus-virus yang tidak bisa didekati dengan vaksin konvensional. Bahkan, dengan Vaksin Nusantara, berbagai penyakit dapat diatasi seperti demam berdarah, HIV, Ebola,"* katanya.

Ia mengungkapkan tidak ada kipi (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) seperti yang disebutkan BPOM.

*"Orang disuntik Vaksin Nusantara tidak ada tuh, yang di Surabaya ga ada tuh, mereka malah aktif senam dan sebagainya,"* ujarnya.

Vaksin Nusantara buatan asal Indonesia rencananya akan di pesan negara Turki sebanyak 5,2 juta dosis.

Sebelumnya, Vaksin Nusantara yang digagas dr Terawan Agus Putranto tuai pujian, dari ahli dan Guru Besar Ilmu Biokimia dan Biologi Molekular Unair Prof drh Chairul Anwar Nidom.

Ini diungkapkannya pada pada kanal YouTube Siti Fadilah Supari bertema Siti Fadilah & Nidom: Vaksin Nusantara, Harapan Yang Tertunda.

*Dalam perbincangan antara Siti Fadilah dan Prof Nidom sapaannya bahwa "Turki" sudah memesan Vaksin Nusantara ini.*

*"Saya dengar, katanya Turki sudah memesan sebanyak 5,2 juta dosis,"* ucapnya.

Prof Nidom memuji gagasan Letjen (purn) Terawan Agus Putranto, yang telah membuat Vaksin Nusantara itu.

*"Saya terus terang salut dengan Pak Terawan mencetuskan ide itu, bisa membelokkan dendritik sel yang untuk kanker digunakan untuk infeksi. Itu hebat benar,"* ungkap Nidom.

*Guru Besar Ilmu Biokimia dan Biologi Molekular Unair itu berharap Vaksin Nusantara sebagai solusi tepat, untuk Pandemi Covid-19.*
(JTN)

Klik untuk baca artikel:
http://share.babe.news/s/FkUQhTvZTR

Saturday, August 14, 2021

Industri Perfilman Indonesia

 

INDUSTRI PERFILMAN INDONESIA

Oleh : Darsono,SE,S.Kom, MM

SMK Negeri 6 Surakarta

  Tidak dipungkiri kehadiran artis-artis pendatang baru memunculkan banyak film-film indie yang keren dan berkualitas. Beberapa diantaranya sampai ditonton di luar negeri, seperti Belanda, Amerika dan Inggris dan masuk nominasi sebuah penghargaan. Hal ini menunjukkan kreativitas generasi muda makin diperhitungkan dan makin menambah kaya perbendaharaan karya film anak bangsa.

Film merupakan ide kreativitas yang diakui hak ciptanya dan mendatangkan pendapatan yang baik bagi para pelakunya sehingga menjadi sebuah industri berefek ganda (multiplayer effect), mulai dari pemain, properti, lokasi, industri makanan dan minuman / catering, sewa tempat dan rumah, sewa alat dan toko perlengkapan hingga pada masyarakat yang didatanginya.

Geliat industri film dapat dirasakan setelah pemerintah meyakini bahwa sektor seni dan industri kreatif di beberapa negara Asia maju pesat karena hal ini. Seperti Malaysia dengan Adit Sapa Jarwo-nya, Korea dengan Film Koreanya dan K-Pop nya dan mencanangkan Sektor seni dan Industri kreatif sebagai salah satu sektor penting dalam program Nawa Cita di Pemerintahan Joko Widodo sekarang ini.

Industri perfilman yang ada di daerah maupun pusat dapat membuka peluang sebesar-besarnya pada siswa / guru untuk berlatih mengasah kemampuan dan kreativitasnya untuk membuat film-film pendek berskala kecil maupun menengah sebagai ajang perlombaan dan apresiasi seni. Karena melalui hal ini dapat digali potensi besar dalam berkarya.

Oleh karena itu, di tahun mendatang industri perfilman Indonesia akan semakin semarak dan berkembang tidak kalah dengan luar negeri, tentunya didukung dengan penyiapan tenaga terampil, peralatan yang memadai, kurikulum yang sinergi dengan industri film serta diperkaya kegiatan positif pembuatan film dan ajang penghargaan di bidang perfilman.

Industri perfilman saat ini cukup banyak dibantu oleh hadirnya teknologi informasi seperti media sosial (Facebook, Instagram, Youtube dan lain-lain) yang sangat berperan dalam menyalurkan dan menyebarkan karya-kreatifnya. Melalui jejaring inilah karya anak muda bisa dinikmati dan bisa dikomentari secara keilmuan dan pengalamannya, bahkan melalui media inipun dapat menghasilkan uang yang tidak kecil yakni berupa vlog, film pendek atau apapun jenisnya yang bisa ditonton oleh banyak orang sehingga mendapatkan apreasiasi dari vendor.

Artinya kreativitas sekarang tidak terbatas pada satu dua media saja, tetapi bisa banyak media. Sekarang yang menjadi pertanyaan mendasar adalah bagaimana meningkatkan kreativitas anak-anak muda yang bisa bernilai positif untuk sebuah industri atau sebuah karya.