Peserta CGP Angkatan 4 Kota Surakarta
Calon Guru Penggerak Mengikuti Lokakarya 3 di Hotel Royal Herritage Solo
Mural Untuk Solo Bangkit
Tergerak, Bergerak, Menggerakkan
Pengelolaan Kelas Daring di SMK N 6 Surakarta
Selama masa pandemi pembelajaran hanya bisa secara daring guru dituntut bisa menggunakan aplikasi meeting.
Kangguru Mas Guru
Filosofi Semar pada Pewayangan Jawa yang ngemong, momong dan tut wuri handayani .
Foto Section CGP angkatan 4 Kota Surakarta
Berlangsung di Lokakarya 3 - Hotel Royal Herritage Solo.
Foto Section CGP angkatan 4 Kota Surakarta
Berlangsung di Lokakarya 3 - Hotel Royal Herritage Solo.
Monday, May 2, 2022
Sungkeman
Friday, September 3, 2021
Nasehat Pak Ganjar
Diakui Aman Oleh WHO, Vaksin Nusantara Rupanya Tak Hanya Untuk Covid-19 Tapi Juga Ampuh Cegah 2 Virus ini.*
Saturday, August 14, 2021
Industri Perfilman Indonesia
INDUSTRI PERFILMAN INDONESIA
Oleh : Darsono,SE,S.Kom, MM
SMK Negeri 6 Surakarta
Film merupakan ide
kreativitas yang diakui hak ciptanya dan mendatangkan pendapatan yang baik bagi
para pelakunya sehingga menjadi sebuah industri berefek ganda (multiplayer effect), mulai dari pemain,
properti, lokasi, industri makanan dan minuman / catering, sewa tempat dan
rumah, sewa alat dan toko perlengkapan hingga pada masyarakat yang
didatanginya.
Geliat industri film
dapat dirasakan setelah pemerintah meyakini bahwa sektor seni dan industri
kreatif di beberapa negara Asia maju pesat karena hal ini. Seperti Malaysia
dengan Adit Sapa Jarwo-nya, Korea dengan Film Koreanya dan K-Pop nya dan
mencanangkan Sektor seni dan Industri kreatif sebagai salah satu sektor penting
dalam program Nawa Cita di Pemerintahan Joko Widodo sekarang ini.
Industri perfilman yang
ada di daerah maupun pusat dapat membuka peluang sebesar-besarnya pada siswa /
guru untuk berlatih mengasah kemampuan dan kreativitasnya untuk membuat
film-film pendek berskala kecil maupun menengah sebagai ajang perlombaan dan
apresiasi seni. Karena melalui hal ini dapat digali potensi besar dalam berkarya.
Oleh karena itu, di
tahun mendatang industri perfilman Indonesia akan semakin semarak dan
berkembang tidak kalah dengan luar negeri, tentunya didukung dengan penyiapan
tenaga terampil, peralatan yang memadai, kurikulum yang sinergi dengan industri
film serta diperkaya kegiatan positif pembuatan film dan ajang penghargaan di
bidang perfilman.
Industri perfilman saat
ini cukup banyak dibantu oleh hadirnya teknologi informasi seperti media sosial
(Facebook, Instagram, Youtube dan
lain-lain) yang sangat berperan dalam menyalurkan dan menyebarkan
karya-kreatifnya. Melalui jejaring inilah karya anak muda bisa dinikmati dan
bisa dikomentari secara keilmuan dan pengalamannya, bahkan melalui media inipun
dapat menghasilkan uang yang tidak kecil yakni berupa vlog, film pendek atau
apapun jenisnya yang bisa ditonton oleh banyak orang sehingga mendapatkan
apreasiasi dari vendor.
Artinya kreativitas
sekarang tidak terbatas pada satu dua media saja, tetapi bisa banyak media.
Sekarang yang menjadi pertanyaan mendasar adalah bagaimana meningkatkan
kreativitas anak-anak muda yang bisa bernilai positif untuk sebuah industri
atau sebuah karya.







