VISKA Pengemasan Program Talkshow pada TV PelajarVISKA TV SoloOleh Darsono
Belajar menyenangkan adalah kegiatan belajar mengajar yang
mengajak siswa melibatkan diri dalam kondisi kontektual artinya menghadirkan
tamu spesial, tamu profesional untuk diajak bincang-bincang lalu direkam dengan
kamera video lengkap dengan rundown acara, iklan dan bumper in bumper out
dipandu oleh siswa sebagai host dan beberapa kru pendukung dengan nama program
acara Talkshow. Sebuah pendekatan belajar yang masih jarang diterapkan kali ini
diangkat sebagai best practice
berakronim VISKA (Visualisasi, Identifikasi, Sinergitas, Konten dan Akurasi).
Di hampir semua proyek dikenali atau tidak, disadari atau tidak pasti akan
menerapkan strategi VISKA, yakni berangkat dari visualisasi dengan sebuah peta
minda, mengIdentifikasi masalah dengan mengembangkan ide, tema dan judul,
men-Sinergikan kru dan pihak terkait, mengembangkan Konten serta Akurasi dalam
berkarya.Strategi Viska ini telah dikembangkan untuk pengemasan
program Talkshow pada TV Pelajar, TV Sekolah bernama VISKA TV Solo di SMK
Negeri 6 Surakarta menggunakan Channel Youtube. Hasil belajar sangat positif.
Tingkat keaktivan belajar sangat tinggi serta kompetensi mengemas program TV
Sekolah tercapai optimal. Bahkan Talkshow dijadikan acara rutin sekolah yang
dilaksanakan satu bulan sekali pada hari Jumat. Adapun testimoni siswa yang
tampil menjadi host (pemandu acara) yang lulus menjadi putra/putri Solo dan
menjadi figur / pemeran dalam promosi sebuah perguruan tinggi di Kota Solo.
Dari kru juga banyak yang telah berhasil baik kuliah maupun bekerja sesuai
bidangnya.Tercatat testimoni siswa yang terlibat dalam talkshow terutama yang menjadi host di tahun berikutnya menjadi alumni dan kuliah di salah satu perguruan tinggi di Surakarta yaitu Joni dan Mutiara.
Di
tahun berikutnya, di masa kepemimpinan kepala sekolah yang baru setelah melihat
blog penulis di alamat http://smk6surakarta.blogspot.com/2015/02/
program Talkshow diambil alih dan
dikembangkan menjadi acara rutin dengan nama program Jumat Motivasi yakni program sekolah menghadirkan narasumber dari
pihak luar dilakukan di lapangan terbuka diikuti semua siswa baik kelas X, XI
dan XII serta guru dilakukan setiap satu bulan sekali dan melibatkan kru
Multimedia dan Broadcasting untuk
pengambilan gambar.1.
Kendala-Kendala
yang dihadapi
Adapun
kendala yang dihadapi setelah menerapkan strategi talkshow Viska untuk mengemas produk televisi pelajar sebagai
berikut :
a. Pelaksanaan
strategi talkshow ini memakan waktu
yang cukup lama, tidak kurang dari 8 kali pertemuan, mulai dari penyusunan
proposal, presentasi, gladi/rehearsal
hingga hari pelaksanaan. Sebelumnya mengirim surat narasumber, mengatur jadwal,
meminta ijin sekolah, meminjam jam pelajaran mapel lain. Hal ini menyebabkan
waktu terbuang sangat banyak hanya untuk satu kompetensi.
b. Kompetensi
talkshow merupakan kompetensi yang
sangat kompleks berawal dari memahami dan mengoperasikan alat multimedia
(kamera, komputer editing dan
lain-lain), membuat iklan, menyiapkan host
yang mampu memandu acara, mengkombinasikan acara serta menyatukan tim kerja
yang solid.
c. Beberapa
siswa yang berada dalam kelompok tidak memiliki pekerjaan di saat on air sehingga kompetensinya yang
bersangkutan tidak bisa diukur karena hanya menonton acara tidak melibatkan
diri secara total.
d. Kompetensi
siswa secara individual tidak terlihat secara detail, karena kerja tim ada yang
terlihat aktif, ada yang kurang terlihat aktif dan ada yang biasa-biasa saja
sesuai peran.
e. Memakai
jam pelajaran guru lain di saat gladi kotor, gladi bersih dan saat on air membuat beberapa guru complain/ mengeluh karena jam
pelajarannya habis dipakai talkshow.
2.
Faktor
Pendukung Setelah Menerapkan Strategi
Berikut
dijabarkan faktor pendukung dalam menerapkan talkshow yakni:
a. Alat
multimedia di studio masih baru, lengkap dan siap pakai sehingga bisa digunakan
secara optimal tanpa banyak hambatan.
b. Dukungan
para guru Multimedia dalam mengemas program TV pelajar cukup baik.
c. Kurikulum
Multimedia pada mapel Videografi bisa dikembangkan secara masif tanpa banyak
hambatan karena kemampuan guru menterjemahkannya secara bebas tidak terpaku
pada konseptual namun bisa secara kontekstual,
d. Program
talkshow diakui atau tidak telah
diadopsi oleh pihak sekolah sebagai acara rutin di hari Jumat Motivasi.
e. Channel Youtube
telah banyak membantu menautkan link
video karya siswa sehingga promosi dan komunikasi sekolah ke masyarakat cukup
efektif.
f. Guru
dan siswa dihimbau untuk me-like anda
subscribe channel VISKA TV Solo agar
ratingnya naik terus hingga setiap kali dapat dibuka di urutan pertama. Terus
menerus disosialisasikan like and subcribe dan klik loncengnya agar setiap
kali ada informasi baru bisa didapatkan segera. Juga memberi komentar yang
baik-baik, memberi tanda jempol.
3.
Alternatif
Solusi Untuk Hasil yang Lebih Baik
Adapun
alternatif untuk mendapatkan solusi terbaik atas kendala yang dihadapi di atas
sebagai berikut :
a. Kompetensi
individual sebagian siswa yang tidak berperan aktif di talkshow tidak dapat ditangkap oleh guru dalam mengamati serta
mengambil nilai observasi kepada diri siswa sehingga hal ini butuh solusi.
Solusinya adalah :
1) Mengarahkan
pada siswa untuk terlibat lebih detail
2) Mengarahkan
pada siswa untuk berada di balik layar membantu tim editor
3) Mengarahkan
pada siswa untuk membuat iklan komersial
4) Meminta
siswa untuk merancang bangun stage
talkshow
5) Meminta
siswa untuk mengambangkan konsep ide dan tema pra produksi talkshow
6) Mengganti
tugas siswa berkelompok menjadi tugas individual misalnya membuat news,
mengambil gambar video dan lain-lain
b. Keluhan
guru atas keterlambatan siswa dalam mengikuti pelajaran karena mapel yang
diampunya dipakai untuk talkshow baik
gladi kotor maupun gladi bersih membuat guru resah, solusinya adalah :
1) Mengambil
waktu jam terakhir mata pelajaran
2) Mengganti
jam produktif di sesi jam terakhir (bertukar jam pelajaran)
3) Meminta
ijin secara lisan maupun tulisan kepada guru pengampu mapel lain agar jam
pelajarannya dipakai
4) Melibatkan
guru yang bersangkutan barangkali ada kompetensi yang relevan bisa disatukan
untuk bersama-sama mengerjakan proyek talkshow
ini sehingga bisa hemat waktu, energi dan biaya.
5) Mengajak
guru berkolaborasi baik sebagai pengamat, monitoring, maupun penilai.
c. Pemeliharaan
alat studio sangat penting, di awal-awal salah satu yang membuat lancar adalah
karena alatnya baru, bagus dan lengkap semuanya bisa dioperasikan dengan baik.
Di tahun-tahun berikutnya setelah penulis coba digunakan alat-alat studio sebagian
sudah mulai tidak optimal digunakan, baik kabel, koneksi, maupun tampilannya.
Solusinya adalah pada pemeliharaan alat secara rutin dan disediakan operator /
teknisi khusus untuk menjaga semua alat-alat semua, teknisi yang profesional
dan bisa diandalkan kemampuannya sehingga saat alat dibutuhkan tidak repot lagi
seting dan instalasi.
d. TV
Viska Solo merupakan channel TV resmi
di Youtube yang diinisiasi penulis
sebagai wadah berkumpulnya karya-karya terbaik siswa dan guru sehingga bisa
dipamerkan pada masyarakat, namun kondisinya masih sangat minim karya.
Solusinya adalah :
1) Memaksimalkan
dalam membuat tugas-tugas baik berupa news,
talkshow, video clip, biografi, profil,
feature, documenter, film pendek dan lain-lain. Hal ini sudah penulis
kerjakan sebagian namun masih belum optimal karena terkendala kemampuan
siswa,waktu dan biaya.
2) Melibatkan
siswa dalam mengurusi channel ini
baik berupa kepengurusan, membentuk tim kreatif ada kameramen, host, reporter, dan lain-lain sehingga
di saat dibutuhkan sudah siap sedia.
3) Sekolah
melibatkan tim kreatif Viska TV dalam berbagai acara-acara sekolah seperti
kunjungan, gebyar seni, HUT VISKA dan lain-lain sehingga ada materi, ada bahan
yang bisa diolah dan disajikan.
4) Bekerjasama
dengan guru yang akan membuat bahan ajar, materi ajar ataupun publikasi karya
inovatif untuk kenaikan pangkat dapat berkolaborasi sehingga bisa mengisi
kekosongan karya.
e. Program
dengan nama “Jumat Motivasi” yang
mengadopsi acara talkshow penulis
dilaksanakan setiap satu bulan sekali di minggu kedua dengan melibatkan semua
civitas akademika sebagai peserta belum dikelola dan dipublikasikan dengan
baik. Jumat Motivasi berupa paparan
dari narasumber profesional belum divideokan, belum diunggah di TV Viska masih
dipublikasikan hanya berupa foto-foto di Facebook
dan Whatsapp. Solusinya :
1) Diperlukan
admin untuk mempublikasikan berita
ini baik talkshow dan kegiatan lainnya melalui Facebook, Instagram, Youtube, Website dan lain-lain.
2) Diperlukan
pengelolaan tim publikasi secara profesional dari awal hingga produk jadi
disiarkan.
3) Melibatkan
siswa dan guru Multimedia dan Broadcasting berlomba menyajikan berita yang
bagus atau berkolaborasi menghasilkan news
yang baik.
sumber : sudah dipublikasihkan dalam buku Best Practise dengan judul yang sama, tahun 2021

testimoni dari Guru Pendamping Guru SMK Banasari Temanggung ibu Aprillia Palupi, SPd

Testimoni di IG

Ibu Sunarmi, SPd, MPd - SMK N 1 Slawi
Di tahun berikutnya, di masa kepemimpinan kepala sekolah yang baru setelah melihat blog penulis di alamat http://smk6surakarta.blogspot.com/2015/02/ program Talkshow diambil alih dan dikembangkan menjadi acara rutin dengan nama program Jumat Motivasi yakni program sekolah menghadirkan narasumber dari pihak luar dilakukan di lapangan terbuka diikuti semua siswa baik kelas X, XI dan XII serta guru dilakukan setiap satu bulan sekali dan melibatkan kru Multimedia dan Broadcasting untuk pengambilan gambar.
1.
Kendala-Kendala
yang dihadapi
Adapun
kendala yang dihadapi setelah menerapkan strategi talkshow Viska untuk mengemas produk televisi pelajar sebagai
berikut :
a. Pelaksanaan
strategi talkshow ini memakan waktu
yang cukup lama, tidak kurang dari 8 kali pertemuan, mulai dari penyusunan
proposal, presentasi, gladi/rehearsal
hingga hari pelaksanaan. Sebelumnya mengirim surat narasumber, mengatur jadwal,
meminta ijin sekolah, meminjam jam pelajaran mapel lain. Hal ini menyebabkan
waktu terbuang sangat banyak hanya untuk satu kompetensi.
b. Kompetensi
talkshow merupakan kompetensi yang
sangat kompleks berawal dari memahami dan mengoperasikan alat multimedia
(kamera, komputer editing dan
lain-lain), membuat iklan, menyiapkan host
yang mampu memandu acara, mengkombinasikan acara serta menyatukan tim kerja
yang solid.
c. Beberapa
siswa yang berada dalam kelompok tidak memiliki pekerjaan di saat on air sehingga kompetensinya yang
bersangkutan tidak bisa diukur karena hanya menonton acara tidak melibatkan
diri secara total.
d. Kompetensi
siswa secara individual tidak terlihat secara detail, karena kerja tim ada yang
terlihat aktif, ada yang kurang terlihat aktif dan ada yang biasa-biasa saja
sesuai peran.
e. Memakai jam pelajaran guru lain di saat gladi kotor, gladi bersih dan saat on air membuat beberapa guru complain/ mengeluh karena jam pelajarannya habis dipakai talkshow.
2. Faktor Pendukung Setelah Menerapkan Strategi
Berikut dijabarkan faktor pendukung dalam menerapkan talkshow yakni:
a. Alat
multimedia di studio masih baru, lengkap dan siap pakai sehingga bisa digunakan
secara optimal tanpa banyak hambatan.
b. Dukungan
para guru Multimedia dalam mengemas program TV pelajar cukup baik.
c. Kurikulum
Multimedia pada mapel Videografi bisa dikembangkan secara masif tanpa banyak
hambatan karena kemampuan guru menterjemahkannya secara bebas tidak terpaku
pada konseptual namun bisa secara kontekstual,
d. Program
talkshow diakui atau tidak telah
diadopsi oleh pihak sekolah sebagai acara rutin di hari Jumat Motivasi.
e. Channel Youtube
telah banyak membantu menautkan link
video karya siswa sehingga promosi dan komunikasi sekolah ke masyarakat cukup
efektif.
f. Guru
dan siswa dihimbau untuk me-like anda
subscribe channel VISKA TV Solo agar
ratingnya naik terus hingga setiap kali dapat dibuka di urutan pertama. Terus
menerus disosialisasikan like and subcribe dan klik loncengnya agar setiap
kali ada informasi baru bisa didapatkan segera. Juga memberi komentar yang
baik-baik, memberi tanda jempol.
3.
Alternatif
Solusi Untuk Hasil yang Lebih Baik
Adapun
alternatif untuk mendapatkan solusi terbaik atas kendala yang dihadapi di atas
sebagai berikut :
a. Kompetensi
individual sebagian siswa yang tidak berperan aktif di talkshow tidak dapat ditangkap oleh guru dalam mengamati serta
mengambil nilai observasi kepada diri siswa sehingga hal ini butuh solusi.
Solusinya adalah :
1) Mengarahkan
pada siswa untuk terlibat lebih detail
2) Mengarahkan
pada siswa untuk berada di balik layar membantu tim editor
3) Mengarahkan
pada siswa untuk membuat iklan komersial
4) Meminta
siswa untuk merancang bangun stage
talkshow
5) Meminta
siswa untuk mengambangkan konsep ide dan tema pra produksi talkshow
6) Mengganti
tugas siswa berkelompok menjadi tugas individual misalnya membuat news,
mengambil gambar video dan lain-lain
b. Keluhan
guru atas keterlambatan siswa dalam mengikuti pelajaran karena mapel yang
diampunya dipakai untuk talkshow baik
gladi kotor maupun gladi bersih membuat guru resah, solusinya adalah :
1) Mengambil
waktu jam terakhir mata pelajaran
2) Mengganti
jam produktif di sesi jam terakhir (bertukar jam pelajaran)
3) Meminta
ijin secara lisan maupun tulisan kepada guru pengampu mapel lain agar jam
pelajarannya dipakai
4) Melibatkan
guru yang bersangkutan barangkali ada kompetensi yang relevan bisa disatukan
untuk bersama-sama mengerjakan proyek talkshow
ini sehingga bisa hemat waktu, energi dan biaya.
5) Mengajak
guru berkolaborasi baik sebagai pengamat, monitoring, maupun penilai.
c. Pemeliharaan
alat studio sangat penting, di awal-awal salah satu yang membuat lancar adalah
karena alatnya baru, bagus dan lengkap semuanya bisa dioperasikan dengan baik.
Di tahun-tahun berikutnya setelah penulis coba digunakan alat-alat studio sebagian
sudah mulai tidak optimal digunakan, baik kabel, koneksi, maupun tampilannya.
Solusinya adalah pada pemeliharaan alat secara rutin dan disediakan operator /
teknisi khusus untuk menjaga semua alat-alat semua, teknisi yang profesional
dan bisa diandalkan kemampuannya sehingga saat alat dibutuhkan tidak repot lagi
seting dan instalasi.
d. TV
Viska Solo merupakan channel TV resmi
di Youtube yang diinisiasi penulis
sebagai wadah berkumpulnya karya-karya terbaik siswa dan guru sehingga bisa
dipamerkan pada masyarakat, namun kondisinya masih sangat minim karya.
Solusinya adalah :
1) Memaksimalkan
dalam membuat tugas-tugas baik berupa news,
talkshow, video clip, biografi, profil,
feature, documenter, film pendek dan lain-lain. Hal ini sudah penulis
kerjakan sebagian namun masih belum optimal karena terkendala kemampuan
siswa,waktu dan biaya.
2) Melibatkan
siswa dalam mengurusi channel ini
baik berupa kepengurusan, membentuk tim kreatif ada kameramen, host, reporter, dan lain-lain sehingga
di saat dibutuhkan sudah siap sedia.
3) Sekolah
melibatkan tim kreatif Viska TV dalam berbagai acara-acara sekolah seperti
kunjungan, gebyar seni, HUT VISKA dan lain-lain sehingga ada materi, ada bahan
yang bisa diolah dan disajikan.
4) Bekerjasama
dengan guru yang akan membuat bahan ajar, materi ajar ataupun publikasi karya
inovatif untuk kenaikan pangkat dapat berkolaborasi sehingga bisa mengisi
kekosongan karya.
e. Program
dengan nama “Jumat Motivasi” yang
mengadopsi acara talkshow penulis
dilaksanakan setiap satu bulan sekali di minggu kedua dengan melibatkan semua
civitas akademika sebagai peserta belum dikelola dan dipublikasikan dengan
baik. Jumat Motivasi berupa paparan
dari narasumber profesional belum divideokan, belum diunggah di TV Viska masih
dipublikasikan hanya berupa foto-foto di Facebook
dan Whatsapp. Solusinya :
1) Diperlukan
admin untuk mempublikasikan berita
ini baik talkshow dan kegiatan lainnya melalui Facebook, Instagram, Youtube, Website dan lain-lain.
2) Diperlukan
pengelolaan tim publikasi secara profesional dari awal hingga produk jadi
disiarkan.
3) Melibatkan
siswa dan guru Multimedia dan Broadcasting berlomba menyajikan berita yang
bagus atau berkolaborasi menghasilkan news
yang baik.
![]() |
testimoni dari Guru Pendamping Guru SMK Banasari Temanggung ibu Aprillia Palupi, SPd |
![]() |
Testimoni di IG |
![]() |
Ibu Sunarmi, SPd, MPd - SMK N 1 Slawi |