Selamat Pagi Guru Hebat,
Pada jurnal refleksi Minggu ke 21
ini, saya menggunakan model 4C yang dikembangkan oleh Ritchart, Church dan
Morrison (2011) yang cocok dalam mereflesikan materi pembelajaran Modul 3.2
Pemimpin pengelolaan aset ini. Ada beberapa pertanyaan
kunci yang menjadi panduan dalam membuat refleksi model ini, yaitu :
1. Connection: Apa keterkaitan
materi yang didapat dengan peran Anda sebagai Calon Guru
Penggerak?
Koneksi antar materi Modul 3.2 Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya dengan modul-modul sebelumnya sangat terkait, keterkaitan itu saya rangkum dalam Jurnal Koneksi Antar Materi berikut :
Kaitan KSE dengan Modul
3.2 adalah bahwa fokus belajar pada kompetensi sosial emosional dan Modul 3.2
memantapkan lagi dengan pemetaan, pengelolaan aset (7 Modal) salah satunya
adalah modal Sosial. Modal Sosial ini yang dikelola pemimpin pengelola aset
berupa budaya, toleransi, kondisi sosial ekonomi masyarakat. Potensi yang ada
di sekitaran sekolah seperti potensi kelurahan, kecamatan dan kota/kab
merupakan kekuatan tambahan untuk sekolah yang patut diperhitungkan guna
meningkatkan kemajuan sekolah. Melalui pendekatan, kolaborasi baik di tingkat
kelurahan, kecamatan atau kota/kab dengan kerjasama di berbagai bidang dalam
wadah komunitas praktisi seperti rapat tahunan, rapat komite, rapat antar
lintas sektoral untuk membicarakan sesuatu hal yang berhubungan dengan guru dan
siswa menjadi sangat berguna bagi sekolah. Kegiatan bisa berupa menjaga
kebersihan lingkungan sekolah, edukasi buang sampah yang pada tempatnya pun
berkenaan dengan kegiatan budaya, seni dan keagamaan yang bisa disinkronkan
dengan kegiatan sekolah.
Kaitan dengan modul 3.2
adalah fenomena yang menarik bahwa pengambilan keputusan sebagai pemimpin
pembelajaran didasari atas pemetaan aset/modal sekolah (7 Modal) yang
mengunakan pendekatan konstruktif melalui pendekatan komunitas berbasis aset
(PKBA) artinya melihat aset/modal dari sudut pandang positif bukan sudut
pandang negatif, sehingga seorang pemimpin dalam mengambil keputusan bukan
hanya menemukan masalah lalu mengatasinya tetapi menggali potensi untuk
dikembangkan lebih dalam. Pola membuat pertanyaan pun dikelola yang biasanya
ada masalah apa ? kenapa masalah ini terjadi ? Bagaimana sebelum kasus ini
terjadi ? dan seterusnya. Pertanyaan pengelolaan aset berbasis PKBA berubah
menjadi “ Apa yang sudah dikerjakan ? seberapa besar potensinya ? bagaimana
mengembangkan lebih jauh lagi ? Bagaimana bila ditambah personil sehingga bisa
semakin kuat dan daya dorongnya tinggi ? dan seterusnya.
1. Challenge: Adakah ide,
materi atau pendapat dari narasumber yang berbeda dari praktik
yang Anda jalankan selama ini?
Faktor
Pendukung dan Penghambat Pengembangan Kompetensi
Apa faktor pendukung yang membuat kompetensi berkembang ? |
Siapa yang membantu mempermudah kompetensi berkembang ? |
Apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan faktor dukungan tersebut
untuk pengembangan kompetensi ? |
- Motivasi diri - Keluarga - Dukungan Komunitas sekolah
(guru, murid, kepsek, tenaga Pendidikan, pengawas, komite) - Sarana prasarana |
- Kepala Sekolah - Rekan sejawat - Rekan CGP - PP - Fasilitator - Instruktur |
- Motivasi diri yang
konsisten - Kolaborasi - Berbagi praktik baik - Sosialisasi - Saran/masukan/umpan
balik/refleksi |
Apa faktor penghambat pengembangan kompetensi? |
Siapa pihak yang bisa terlibat untuk meminimalisir faktor penghambat
tersebut? |
Apa yang bisa dilakukan untuk meminimalisir faktor penghambat tersebut
? |
- Managemen waktu - Diri sendiri - Kesibukan - Kurangnya sarana prasarana - Minimnya dana |
- Diri sendiri - Keluarga - Kepala Sekolah - Rekan sejawat - Rekan CGP - PP - Fasilitator - Instruktur |
- Fokus pada tujuan - Merubah mindset - Managemen waktu yang baik - Kolaborasi dengan
komunitas sekolah - Kolaborasi dengan rekan
CGP - Mindfullnes |
2.
Concept: Ceritakan konsep-konsep utama yang Anda
pelajari dan menurut Anda penting
untuk terus dibawa selama menjadi
Calon Guru Penggerak atau bahkan setelah menjadi
Guru Penggerak?
Dalam mengelola aset yang ada di
sekolah dan di lingkungan luar sekolah seorang pemimpin pembelajaran harus
mampu memetakan 7 aset sumber daya yang ada yang terdiri atas modal manusia,
sosial, fisik, finansial, politik, lingkungan alam dan agama serta budaya.
Melalui pemetaan ini kita bisa memaksimalkan potensi aset yang ada dengan
berpedoman pada prinsis asset based
thinking atau berpikir berbasis aset bukan problem based thinking atau
berpikir berbasis masalah sehingga bisa menghasilkan potensi optimal. Alat
manajemen perubahan yang tepat dapat menggunakan pendekatan inkuiri apresiatif
(IA) atau model BAGJA atau 5 D untuk menginisiasi sebuah perubahan positif
berdasarkan aset yang ada. Melalui pertanyaan dalam BAGJA diketahui keinginan,
harapan, kemauan siswa dan stokholder bagaimana sekolah impian, kelas impian
dan lingkungan yang dicita-citakan dapat terwujud.
Seorang pemimpin bisa menggerakkan
siswanya bertanya harapan dan keinginannya agar mereka gemar membaca, betah
membaca sehingga perputakaan semakin ramai. Mungkin melalui Google Form
pertanyaan-pertanyaan yang dibuat bisa disebarkan para siswa dan diisi lalu
dipetakan dan disimpulkan. Selanjutnya berkoordinasi dengan teman guru dan
kepala sekolah.
3.
Change: Apa perubahan dalam diri Anda yang ingin
Anda lakukan setelah mendapatkan
materi pada hari ini?
Sebelum pelatihan |
Setelah pelatihan |
Pola berpikir mencari
masalah mencari solusi atas masalah |
Pola berpikir menggali
potensi, meningkatkan potensi. |
Paradigma siswa adalah obyek
belajar dan subyek belajar |
Paradigma baru siswa adalah
aset sekolah yang penting (bagian dari 7 aset/modal sekolah) |
Pola penggalian gaya belajar
inisiatif dari guru dan kepala sekolah |
Pola penggalian gaya belajar
melalui BAGJA dari siswa dan diolah sebagai masukan, melibatkan siswa sebagai
aset. |
Dalam pembimbingan
menggunakan pola mentoring dan konseling |
Dalam pembimbingan belajar
menggunakan pola pendampingan coaching. |
Di sini dapat dilakukan pemetaan
sekolah (school mapping) terhadap 7
aset yang telah dipelajari pada modul 3.2 bahwa sekolah sebagai organisasi
kompleks sangat bergantung pada peran pemimpin pengelolaan aset.
MATRIKS ANALISIS SWOT
LINGKUNGAN
INTERNAL |
PELUANG (OPPORTUNITIES = O) § Terbuka peluang kerjasama dengan PTN dan PTS terdekat § Kemudahan mengakses informasi § Terbuka pengajuan proposal pengembangan SMK ke Dinas P dan K Prov. Jateng
dan Direktorat PSMK § Adanya MGMP, MKKS, MKPS di BP2MK Wil. 7 § Adanya seleksi CPNS |
TANTANGAN (THREATS = T) § Beban hidup orangtua siswa semakin tinggi § Kriminalitas dan kesenjangan hidup semakin tinggi § Tuntutan menguasai keterampilan abad 21 § Adanya pasar global, MEA, AFTA, APEC, WTO § Maraknya Play Station, Café remang-remang,
karaoke § Gerakan radikalisme, terorisme, narkoba § Perkembangan teknologi yang demikian cepat § Suasana politik menjelang s.d sesudah Pilkada |
KEKUATAN (STRENGHS = S) § Satu-satunya SMK Negeri 6 Surakarta § Kelengkapan dok. Kurikulum cukup baik § Memiliki website dan e-mail § Memiliki MoU dengan PTN dan PTS § Animo PPDB dan jumlah siswa meningkat § Dukungan komite dan masy. sangat baik § Hampir semua guru S1 bahkan ada yang S2 § Kerjasama dengan SLTP sekitar sekolah § Hubungan dengan Dinas Pendidikan, Dinas Tenaga Kerja Kota Surakarta baik § Memiliki visi, misi, tujuan peningkatan mutu pendidikan § Memiliki dukungan biaya operasional sekolah § Memiliki BKK, TPK, dan TPS § Hubungan dengan Polsek, Koramil, dan Camat Sumber baik § Lokasi nyaman, sehat tanpa kebisingan |
STRENGTHS – OPPORTUNITIES (SO) § Memberdayakan SDM melalui MGMP, P4TK, LPMP, MKKS, § Mengembangkan dan meningkatkan jiwa kewirausahaan § Memanfaatkan internet untuk KBM § Mengajukan proposal penyelesaian tanah, bantuan sarpras ke Dinas P
& K dan Direktorat PSMK melalui program TAKOLA § Mengoptimalkan dukungan komite dan masyarakat dalam pembiayaan
pendidikan § Pemberdayaan guru dan tendik § Memotivasi guru honorer dan tenaga honorer untuk mengikuti seleksi
CPNS § Mengoptimalkan kerjasama dengan PT dan PTS untuk studi lanjut lulusan § Menjalin kerjasama dengan perusahaan di daerah setempat |
STRENGTHS – THREATS (ST) § Meningkatkan kompetensi SDM § Meningkatkan kualitas lulusan § Meningkatkan pelayanan prima untuk internal maupun eksternal customer § Meningkatkan kualitas pendidikan (input, proses, dan output) § Meningkatkan kemandirian dan efisiensi penggunaan dana § Menjalin kerjasama dengan aparat keamanan dalam mengamankan lingkungan
sekolah § Meningkatkan system seleksi PPDB § Menerapkan budaya mutu, karakter, dan budaya kompetitif § Memaksimalkan kegiatan ekstrakurikuler § Meningkatkan pembinaan kedisiplinan peserta didik |
KELEMAHAN (WEAKNESSES = W) § Delapan puluh persen guru dan 50 % karyawan berstatus kontrak kerja
(honorer) § Sarpras semua kompetensi keahlian belum lengkap § Status tanah bengkok § Tidak memiliki sarana transportasi untuk operasional § Semua guru hohorer belum memiliki sertifikat pendidik § Belum memiliki sarpras ruang komputer yang memadai § Belum memiliki Kepala Tata Usaha § Prestasi UN relatif rendah § Baru beberapa prestasi sekalipun di tingkat kabupaten § Akses keluar masuk lokasi SMK terlalu sempit (jarak pandang terganggu)
sehingga kurang aman bagi pengendara kendaraan bermotor |
WEAKNESSES – OPPORTUNITIES (WO) § Menyusun analisis kebutuhan dan mengajukan pengadaan guru negeri § Mengajukan proposal pengadaan atau penyelesaian tanah § Mengajukan proposal pengadaan sarpras yang belum ada § Mengikutsertakan dalam berbagai lomba akademik maupun non akademik § Bekerjasama dengan P4TK dan lembaga terkait dalam pelatihan peningkatan
kompetensi guru § Mengoptimalkan peran MGMP, MKKS, dan MKPS untuk peningkatan kompetensi
dan profesionalisme guru § Mengadakan IHT untuk peningkatan kompetensi guru § Memotivasi guru untuk mengikuti program PPG |
WEAKNESSES – THREATS (WT) § Melaksanakan program dengan skala prioritas § Optimalisasi pemanfaatan biaya operasional untuk pengadaan sarpras § Mengefisienkan penggunaan dana § Mengoptimalkan sarpras untuk peningkatan kompetensi peserta didik § Melakukan pendekatan intensif dengan kepala desa Bringin § Melaksanakan pengendalian mutu § Melaksanakan pengawasan proses pembelajaran § Melaksanakan razia kedisiplinan siswa ke dalam maupun ke luar sekolah § Mengoptimalkan program-program dari Direktorat PSMK dan Dinas P dan K
untuk peningkatan kinerja gutu |
Ref :
https://www.imrantululi.net/berita/detail/pembelajaran-sosial-dan-emosional
(https://casel.org/what-is-sel/approaches/)
https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/ingin-siswa-aktif-dan-kreatif-lakukan-5-cara-berikut-ini