Powered by Blogger.

Peserta CGP Angkatan 4 Kota Surakarta

Calon Guru Penggerak Mengikuti Lokakarya 3 di Hotel Royal Herritage Solo

Mural Untuk Solo Bangkit

Tergerak, Bergerak, Menggerakkan

Pengelolaan Kelas Daring di SMK N 6 Surakarta

Selama masa pandemi pembelajaran hanya bisa secara daring guru dituntut bisa menggunakan aplikasi meeting.

Kangguru Mas Guru

Filosofi Semar pada Pewayangan Jawa yang ngemong, momong dan tut wuri handayani .

Foto Section CGP angkatan 4 Kota Surakarta

Berlangsung di Lokakarya 3 - Hotel Royal Herritage Solo.

Foto Section CGP angkatan 4 Kota Surakarta

Berlangsung di Lokakarya 3 - Hotel Royal Herritage Solo.

Sunday, August 28, 2022

CGP angkatan 8.9.10

Rekrutmen Calon Guru Pengerak (CGP) Angkatan 8 (untuk PGP Angkatan 8, 9, dan 10)

Dalam rangka menindaklanjuti peluncuran kebijakan Merdeka Belajar Episode kelima: Guru Penggerak, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyelenggarakan Pendidikan Guru Penggerak (PGP). Tujuannya untuk menghasilkan Guru Penggerak yang berperan menggerakkan komunitas belajar bagi guru di sekolah dan di wilayahnya  serta  menumbuhkan  kepemimpinan murid untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.

PGP Reguler angkatan 8, 9, dan 10 akan dilaksanakan pada tahun 2023. Rekrutmen Calon Guru Penggerak (CGP) akan dilaksanakan secara serentak pada angkatan 8 (untuk CGP angkatan 8, 9, dan 10) dengan sasaran 484 Kabupaten/Kota. Hasil rekrutmen CGP secara serentak tersebut selanjutnya akan didistribusikan sesuai sasaran angkatan per kabupaten/kota. 

Dari jumlah 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, sejumlah 484 kabupaten/kota akan dijalankan dengan PGP Reguler, dan 30 kabupaten akan dijalankan dengan PGP Daerah Khusus (Dasus) dan PGP Intensif. Daftar 30 Kabupaten sasaran PGP dasus dan intensif ada pada Lampiran 1. Informasi dan Jadwal rekrutmen CGP dasus dan intensif, akan diinformasikan tersendiri. 

Pelaksanaan PGP angkatan 8 direncanakan akan dimulai pada bulan April 2023 selama 6 (enam) bulan dengan menggunakan pola belajar mandiri terbimbing melalui sistem belajar daring dan luring. Pelaksanaan PGP Angkatan 9 dan 10 akan diinformasikan kemudian.

Proses pelaksanaan rekrutmen CGP melalui tahapan-tahapan seleksi. Sehubungan dengan hal tersebut, kami menginformasikan beberapa hal terkait sebagai berikut.
1. Sasaran CGP angkatan 8, 9, dan 10 pelaksanaan tahun 2023

Angkatan 8

Angkatan 9

Angkatan 10

20.000 peserta

20.000 peserta

55.000 peserta

2. Peserta/calon guru penggerak :

Guru ASN maupun NON ASN baik dari sekolah negeri maupun sekolah swasta, pada satuan pendidikan formal jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB. 
Kepala sekolah yang belum memiliki Nomor Registrasi Kepala Sekolah (NRKS), berstatus definitif dari ASN maupun NON ASN baik dari sekolah negeri maupun sekolah swasta, pada satuan pendidikan formal jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB
3. Selama pendidikan para guru dan kepala sekolah yang belum NRKS bersedia tetap menjalankan tugas pokok dan fungsinya di sekolah masing-masing.
4. Proses rekrutmen calon guru penggerak dilakukan beberapa tahap seleksi yaitu:

tahap 1 : registrasi, pemberkasan, pengisian esai, pengunggahan RPP, penilaian portofolio, dan penilaian esai;
tahap 2 : penilaian simulasi mengajar dan wawancara. 
Pendaftaran akan dibuka secara serentak pada angkatan 8 (untuk CGP angkatan 8, 9, dan 10) mulai tanggal 1 – 30 September 2022.

5. Tim rekrutmen calon peserta Guru Penggerak adalah Tim Independen yang telah dibekali dengan pelatihan dan dinyatakan lulus sebagai  Asesor dengan mengutamakan prinsip transparan, akuntabel, dan berkualitas.
6. Informasi proses rekrutmen calon guru penggerak angkatan 8, 9, dan 10 dapat dilihat pada Lampiran 2. Informasi wilayah sasaran (kabupaten/kota) untuk PGP angkatan 8, 9, dan 10 dapat dilihat pada laman: https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak. Tata Cara Pelaksanaan Seleksi Tahap 2, Simulasi Mengajar & Wawancara, dapat dilihat pada Lampiran 3.
Untuk pertanyaan lebih lanjut, kami siapkan dan layani melalui alamat surel: guru.penggerak@kemendikbud.go.id.
 

INFORMASI REKRUTMEN
CALON PESERTA PENDIDIKAN GURU PENGGERAK
SECARA SERENTAK ANGKATAN 8, 9, DAN 10
A. Latar Belakang

Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) adalah program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melalui pelatihan dan kegiatan kolektif guru. Program ini bertujuan memberikan bekal kemampuan kepemimpinan pembelajaran dan pedagogi kepada guru sehingga mampu menggerakkan komunitas belajar, baik di dalam maupun di luar sekolah serta berpotensi menjadi pemimpin pendidikan yang dapat mewujudkan rasa nyaman, aman dan kebahagiaan peserta didik ketika berada di lingkungan sekolahnya masing- masing.

Guru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang menerapkan merdeka belajar dan menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang berpusat pada murid. Guru penggerak adalah katalis peningkatan kualitas proses pendidikan di sekolah yang akan menggerakkan seluruh ekosistem sekolah untuk mendukung proses dan hasil belajar murid. Hasil belajar murid tidak hanya dimaknai dengan nilai-nilai, tapi juga pada karakter dan sikap murid yang tertuang dalam profil pelajar pancasila.
PGP didesain untuk mendukung hasil belajar yang implementatif berbasis lapangan dengan menggunakan pendekatan andragogi dan blended learning selama 6 (enam) bulan. Kegiatan PGP dilaksanakan menggunakan metode pelatihan dalam jaringan (daring), lokakarya, dan pendampingan individu. Proporsi kegiatan terdiri atas 70% belajar di tempat bekerja (on-the-job training), 20% belajar bersama rekan sejawat, dan 10% belajar bersama narasumber, fasilitator, dan 10% belajar bersama narasumber, fasilitator, dan pendamping (pengajar praktik).

Pelaksanaan pendidikan guru penggerak angkatan 8 akan dimulai awal bulan April 2023. Pelaksanaan PGP Angkatan 9 dan 10 akan diinformasikan kemudian. Untuk melaksanakan pendidikan tersebut diperlukan rekrutmen calon peserta pendidikan guru penggerak angkatan 8, 9, dan 10, yang akan dilakukan secara serentak pada rekrutmen CGP angkatan 8 (untuk CGP angkatan 8, 9, dan 10). Sebagai persiapan pelaksanaan pendidikan guru penggerak diperlukan rekrutmen calon peserta dimaksud.
B. Tujuan
Melakukan rekrutmen calon peserta pendidikan guru penggerak angkatan 8, 9, dan 10 untuk mendapatkan guru/kepala sekolah terbaik yang memenuhi syarat pada wilayah provinsi/kabupaten/kota sasaran sesuai angkatan di seluruh Indonesia.
C. Sasaran
Calon Peserta Pendidikan Guru Penggerak angkatan 8, 9, dan 10 adalah Guru yang berasal dari satuan pendidikan formal pada jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK dan SLB. Kepala sekolah yang belum memiliki Nomor Registrasi Kepala Sekolah (NRKS).
D. Deskripsi dan Persyaratan
Calon guru penggerak akan mengikuti pendidikan guru penggerak selama 6 (enam) bulan. Dalam proses pendidikannya calon guru penggerak akan mendapatkan materi secara daring dari instruktur, kemudian mendapatkan fasilitasi pembelajaran secara daring, untuk berdiskusi, melakukan elaborasi, refleksi, dan penugasan dari fasilitator. Di wilayahnya, calon guru penggerak mendapatkan pendampingan individu secara luring/daring dari pengajar praktik dan melakukan lokakarya bersama guru penggerak lainnya yang dipandu oleh pengajar praktik.
1. Peran Calon Guru Penggerak
a) Belajar secara online, belajar mandiri, dan belajar mandiri terbimbing, untuk menyelesaikan 10 modul melalui kolaboratif, diskusi, refleksi, elaborasi bersama fasilitator dan instruktur, dan berkolaborasi dengan teman guru lainnya;
b) Belajar di tempat kerja dan lokakarya bersama guru lainnya yang didampingi pengajar praktik;
c) Belajar dan mengerjakan tugas-tugas melalui LMS (Learning Management System) yang disediakan;
d) Melakukan aksi nyata dari pembelajaran yang diberikan, di kelas atau di sekolah.
2. Kriteria Umum
a) Tidak sedang mengikuti kegiatan diklat latsar PNS, PPG, atau sedang bertugas sebagai asesor Pendidikan Guru Penggerak atau Program Sekolah Penggerak;
b) Tidak sedang proses rekrutmen kepala sekolah penggerak, pelatih ahli/fasilitator sekolah penggerak atau sedang menjalankan tugas sebagai kepala sekolah penggerak, pelatih ahli/fasilitator sekolah penggerak pada Program Sekolah Penggerak (PSP);
c) Tidak sedang menjadi instruktur, pelatih lapang, pengawas lapang pada Program Organisasi Penggerak (POP);
d) Tidak sedang bertugas/menjadi pengajar praktik, fasilitator, instruktur pada Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP);
e) Mendapat izin dari pimpinan/ atasan langsung tempat bekerja;
f) Memiliki keinginan yang kuat untuk menjadi guru penggerak dan bersedia mengikuti proses pendidikan selama 6 (enam) bulan;
g) Sebagai guru, aktif mengajar selama rekrutmen dan pendidikan guru penggerak, yang dibuktikan dengan SK mengajar;
h) Sebagai kepala sekolah aktif selama rekrutmen dan pendidikan guru penggerak ,yang dibuktikan dengan SK definitif sebagai kepala sekolah.

3. Persyaratan
a) Guru ASN maupun NON ASN baik dari sekolah negeri maupun sekolah swasta, pada satuan pendidikan formal jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB.
b) Kepala sekolah yang belum memiliki Nomor Registrasi Kepala Sekolah (NRKS), berstatus definitif dari ASN maupun NON ASN baik dari sekolah negeri maupun sekolah swasta, pada satuan pendidikan formal jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB.
c) Memiliki akun guru di Data Pokok Pendidikan (Dapodik);
d) Memiliki kualifikasi pendidikan minimal S1/D4;
e) Memiliki pengalaman mengajar minimal 5 (lima) tahun;
f) Memiliki masa sisa mengajar tidak kurang dari 10 (sepuluh) tahun atau memiliki usia tidak lebih dari 50 tahun saat registrasi.



Sunday, August 21, 2022

Pendidikan Ala KHD

Kihajar Dewantara berpendapat bahwa Apapun yang dilakukan oleh seorang guru itu, hendaknya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, bermanfaat bagi bangsanya, dan bermanfaat bagi manusia di dunia pada umumnya. KIta tidaK bisa merubah orang lain menjadi baiK, jadi kita sendirilah mulai berbuat menjadi baik. Sang pencipta akan melihat upayamu dan tidak ada kebaikan yang sisa – sia.
1. Profesi seorang guru adalah profesi mulia. Kita harus bangga menjadi seorang guru
2. Gurulah yang dapat mencerdaskan anak – anak bangsa, tanpa ada seorang guru maka tidak ada profesi apapun. Guru bukan orang hebat tetapi orang – orang hebat itu ada karna seorang guru, karna ditangan seorang gurulah yang akan bisa menjadikan orang menjadi bermanfaat, bermartabat dan berguna. Gurulah yang dapat mengembangkan potensi anak , guru dapat mencerdaskan anak bangsa dan melahirkan banyak profesi. Oleh karena itu kita pantas berbahagia dan bangga menjadi seorang guru karena ditangan kitalah yang mencetak generasi emas
3. Orang boleh mati tapi nama besar, karya – karya besar kita tidak akan pernah mati, guru akan senantiasa dikenang kita. Kita tidak akan pernah mati secara hakekat seorang guru tetap hidup.
Guru akan senantiasa dikenang oleh generasi selanjutnya.
4. Pahalah seorang guru tidak akan pernah berakhir, pahalah seorang guru akan terus mengalir selama ilmunya yang terus dimanfaatkan . Seorang berpengaruh selamanya dia tidak akan pernah tahu kapan pengaruh yang diaberikan akan berakhir.
5. Guru adalah sosok yang ditiru dan diguguh
Guru adalah orang yang dicintai oleh masyarakat sekitar dan dicintai muridnya.
Guru yang baik, guru yang teladan dan profesional sehingga kerja kita dan ilmu kita terus mengallir dan terus mendapat pahala dari Tuhan. Guru adalah Role model dan orang yang dicintai(kata – kata dan tingkah lakunya senantiasa dicontoh)
Guru harus memiliki 5 keterampilan
1. Cerdas secara spiritual
2. Cerdas secara moral
Memiliki moralitas yang tinggi, disiplin, tanggung jawab dan kebersihan hati.
3. Cerdas secara intelektual
Berpikir kritis dan analisis dalam mempelajari sesuatu
4. Memiliki kemampuan leadership
Kemampuan memotivasi orang lain, menggerakkan orang lain, kepekaan sosial dan bertanggung jawab atas apa yang dia sampaikan
5. Memiliki keterampilan atau keahlian
Mempersiapakan murid untuk menghadapi tantangan di masa mendatang


Darsono dari Berbagai Sumber
CGP 4 Kota Surakarta

Tuesday, August 16, 2022

Pendidikan Perempuan

Pentingnya Pendidikan Untuk Perempuan

Laki - laki yang berpendidikan tinggi akan menciptakan karir yang bagus, sedangkan perempuan yang berpendidikan tinggi akan menciptakan generasi yang luar biasa.

Perempuan memegang peran besar akan seperti apa generasi manusia selanjutnya, itu sebabnya pendidikan tinggi untuk perempuan sangat penting karena mereka akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan anak mereka, ilmu parenting perempuan yang berpendidikan tentu saja berbeda dengan yang tidak. Jadi, bukan cuma ngurus dapur. 

Berpendidikan disini maksudnya bukan hanya sekolah tinggi - tinggi, ilmu bisa didapat dari mana saja, baca-baca buku, cari tahu tentang hal-hal baru atau bahkan dengan menonton video-video yang bermanfaat.

Saya tahu beberapa ibu yang tidak berpendidikan yang seperti ini : 

1. Tidak bisa menjawab pertanyaan/ menjelaskan ke anak-anaknya mengenai hal-hal sulit dan awkward.

2. Banyak menunggu suami membuatkan keputusan, dan kemudian menyalahkan suaminya kalau terjadi hal yang tidak diinginkan.

3. Uang yang diberikan suami dianggap sebagai 'upah yang harus dihabiskan', bukan ditabung sisanya untuk membangun masa depan rumah tangga dan anak-anaknya.

4. Tukang ikut-ikutan karena kurang pengetahuan dan tidak punya hobi/ target hidup yang nyata.

5. Tidak mengerti gizi.

6. Nasihat kosong: hati-hati, minum air yang banyak, jangan telat, sabar, ini cobaan, harus terima, dan sejenisnya. Tapi ketika harus membantu suami atau anak secara proaktif dan cerdas? Auto-bengong.

7. Tidak bisa membantu anak mengerjakan PR.

Dan sebagainya.

Istri yang pintar akan jadi sosok pendukung yang tangguh untuk suaminya, bahkan jadi kebanggaan juga.  

Pintar itu seksi, menurut saya :v

Saya juga pernah dengar katanya laki-laki bisa minder kalau terlalu berpendidikan. Kalau saya jadi perempuan, saya tidak akan hiraukan pendapat seperti itu, karena jodoh adalah cerminan diri.

Dan terakhir, perempuan yang cerdas akan menghasilkan keturunan yang cerdas juga. Penelitian dari University of Washington, mengatakan bahwa wanita cenderung mentransmisi gen kecerdasan ke anak yang terbentuk dari kromosom X. Nah, wanita memiliki dua kromosom X, sedangkan pria hanya memiliki satu kromosom X. Artinya, wanita dua kali berpeluang mewariskan kecerdasan pada anak ketimbang pria.

Terlepas dari ingin menjadi wanita karir atau ibu rumah tangga— sebaiknya seorang wanita mengenyam pendidikan tinggi terlebih dahulu.


Diambil dari Facebook
Terima kasih.

Friday, August 12, 2022

Sekolah Itu Telah Memaksaku

SEKOLAH ITU TELAH MEMAKSA ANAKKU, LALU KULAPORKAN!
Oleh: Yazid Subakti
TK anak-anakku diberi peraturan yang membuatnya sering terjebak dalam keterpaksaan. Anakku terpaksa membawa piring dan mencucinya sendiri setiap kali habis makan siang, menata sepatunya serapi-rapinya dan harus berdoa setiap kali melakukan sesuatu. Disuruh antrian, disuruh jabat tangan dengan guru. Bahkan guru-guru itu tega mengajak anakku berlapar-lapar puasa dan berlelah-lelah salat. Haknya untuk terus bermain dikekang! 
.
Gara-gara itu, anakku jadi punya adab dan mandiri. Punya empati dan tumbuh rasa peduli. 
.
Di SD, anak-anakku dilarang terlambat sehingga terpaksa bangun sepagi mungkin. Di kelas diharuskan mempelajari ilmu ini itu, lalu harus beli buku-buku dan LKS. Bukan cuma bikin mumet pikiran, tapi juga menguras isi dompet. Sampai di rumah, ternyata dibebani dengan PR dan projek. Guru juga nunjuk-nunjuk ikut lomba sana sini, nambah jadwal latihan sehingga jam pulang terlambat. 
.
Akibatnya, anakku jadi kreatif, penuh bakat, percaya diri dan banyak prestasi.
.
Belum selesai di situ. Setelah SD, anakku sekolah di tingkat SMP dan SMA sambil mondok mendapat tekanan lebih berat lagi. Anakku dilibatkan OSIS yang membuatnya kerepotan dan lelah, ditatar kepimpinan yang sangat keras. Belum juga subuh dipaksa bangun dan cepat-cepat bebersih lalu ke masjid. Ditagih-tagih hapalan, dihukum kalau lalai. Dipaksa berbahasa Inggris dan Arab yang bukan bahasa keluarga kami. Dikurung di kompleks pondok tak boleh keluar sama sekali. Bahkan berbulan-bulan dilarang ketemu orang tua!  
.
Dampaknya, anakku jadi makin tangguh dan otaknya padat berisi. Makin kenal Rabb-nya dan pandai berbakti. 
.
Begitulah anak-anakku diperlakukan oleh sekolahnya. Telah kulaporkan guru-gurunya kepada Allah, agar diganjar pahala dan keberkahan berlipat. Tetaplah paksa anakku ke jalan surga, daripada dibebaskan menuju jalan neraka.
.
Terima kasih guru-guru anakku. Aku akan selalu memercayaimu. 
Man ana laulakum…
.
Dikutip dari Facebook Umi Fatimah

Tuesday, August 9, 2022

LELAKI TUA DI SCHIPO

LELAKI TUA DI SCHIPOL

Sudah sebulan lebih tiap akhir pekan di pintu kedatangan Schipol Airport itu ada seorang lelaki tua yg berdiri di antara para penjemput penumpang pesawat Garuda yg terbang dari Jakarta. Matanya selalu tertuju pada setiap penumpang yg keluar dari pintu kedatangan, terutama penumpang perempuan. 
Persis di depan pintu keluar itu ada sebuah cafe yg biasa dikunjungi para penjemput sambil menunggu kedatangannya. Dan jika sudah lelah pak tua itu pesan kopi sebelum pulang.

Seorang mahasiswi cantik yang bekerja paruh waktu sebagai pelayan cafe itu tidak dapat menahan keingintahuannya. Sambil menyajikan secangkir kopi untuknya bertanya:
"Bapak sedang menjemput seseorang? Ini minggu kelima Bapak di sini tanpa bertemu seseorang."
Dengan lesu lelaki tua itu menjawab:
"Tidak saya tidak sedang menjemput seseorang, tapi saya ingin melihat seseorang dari Indonesia".
"Siapa yg ingin Bapak lihat, saudara kah?"
"Aku ingin melihat siapa saja, tapi perempuan."
"Bukankah sudah banyak perempuan Indonesia yg keluar dari pintu sejak lima minggu yg lalu?"
"Memang, tapi bukan mereka semua yg ingin aku lihat."
"Lantas? "
Sambil mengeluarkan sebuah foto lelaki tua itu berkata, "Aku ingin melihat perempuan yang berbusana seperti ini." 
Gadis cantik itu mengamati foto itu dengan seksama sambil memuji kecantikan dan keindahan busananya.
"Woow wat a mooi Meisje, ini busana apa?"
"Kain-kebaya, pakaian kebanggaan kami bangsa Indonesia. Terakhir saya melihat perempuan berkebaya ini setengah abad yang lalu, di pernikahan kakak perempuanku."
"Wah sudah setengah abad yang lalu, lamaaaa sekali", kata gadis itu.
"Iya saya sudah tujuh puluh tahun, sebelum mati saya ingin melihatnya" lelaki itu mulai berkaca kaca dan penuh harap. 
"Iya semoga minggu depan Bapak bisa menemukan perempuan Indonesia berkebaya", kata gadis menghibur.

Di minggu ke sepuluh, lelaki tua itu masih menunggu. Namun kelesuan semakin tampak di raut wajahnya. "Mungkin aku harus ikhlas menerima kenyataan dunia yang telah berubah".
Kegetiranpun mulai terasa. Ia punya dendam pada Indonesia yang telah membuang anak bangsanya sendiri, walaupun hal itu tidak pernah bisa menguburkan kecintaanya pada budaya Indonesia. Namun rupanya Indonesia yang ia cintai telah berubah, mereka sudah berubah selera. Lelaki tua itu merasa cintanya telah terkikis habis.
Ia pun merebahkan tubuhnya kembali di kursi cafe, pandangannya masih tertuju pada pintu keluar kedatangan, namun kosong.
Tiba-tiba matanya terbelalak, di depannya telah berdiri sosok anggun berkebaya hitam dengan konde ya rapi memegang secangkir kopi.
"Meneer dit is jou koffie, alstublief."
Dengan senyum manis perempuan itu menyilahkan kopi hangat untuk lelaki tua itu."
Setelah sekian lama menatap baru ia menyadari bahwa perempuan bule berkebaya itu adalah gadis yang sama yang melayaninya setiap minggu di kafe itu.
Mata lelaki itupun mulai membasah, air matanya menetes. Diraihnya dua tangan si gadis berkebaya itu, sambil berusaha beranjak berdiri.

Si gadis itu perlahan berkata, "Maafkan aku, aku tidak secantik dan seluwes di fotomu itu, hanya ini yang bisa kulakukan untuk menghargai cintamu yg besar pada budayamu".
Lelaki tua itu tak bisa berkata kata lagi, tubuhnya makin bergetar, dan gadis itu memeluknya dengan hangat.

Amsterdam, 14 Juli 2019
S. Margana

Sumber : Facebook

Wednesday, July 27, 2022

Aku Korban Kekerasan Guru

- AKU KORBAN KEKERASAN GURU -
=====
Perkenalkan, aku Adi Surya. Lulusan terbaik Universitas Negeri Jakarta.
Kapan aku duduk di bangku SD? Pada masa teknologi masih Radio dengan antena, dan Televisi masih hitam putih dikeroyok semut.

Aku korban kekerasan guru sejak kelas tiga SD. Masih segar di ingatan, wali kelasku, Pak Yunus, berteriak marah, "hey, kamu! Maju ke depan kelas!" Dengan wajah menantang aku berdiri, menghampiri beliau.

"Selesaikan soal ini!" Lelaki empat puluh tahun itu memukul papan tulis dengan penggaris kayu. "Salah sedikit saja, habis kamu!" Aku dengan yakin mengerjakan soal matematika yang ia berikan.

"Sudah, Pak." Aku berseru dengan sombong. Yakin kalau jawabanku pasti benar.

Tapi ....

Plak ...! Penggaris dengan panjang satu meter itu mendarat di tubuh bagian belakangku. "Kamu cukup pandai, tapi bengal minta ampun! Duduk!" Aku kembali ke kursi sambil mengusap bagian yang sakit.
.
Di lain kesempatan, saat aku kelas lima, aku di panggil wali kelas dua, guru wanita yang terkenal killer, kejam dan suka menghukum. Namanya Bu Hernita. Matanya menakutkan, selalu membawa rotan di tangannya.

"Adi, kamu tadi memukul siswa kelas dua. Betul?" Aku biasanya selalu berani menghadapi guru, tapi hari itu, aku tertunduk takut. "Jawab...!" Wanita itu berteriak sambil memukul meja.

Aku benar-benar mati gaya waktu itu. Darah premanku menghilang. Padahal aku sudah sering dipanggil guru, tapi selalu selamat dari guru satu ini. Tapi kali ini, sepertinya adalah hari sialku.

"Kemari...!" Tanganku di tarik mendekat, "kepalkan tanganmu!" Aku menuruti, dan tiga puluh pukulan mendarat di kepalan tangan kecilku. Menangis? Ya, aku menangis, tentu saja, kalian boleh mencobanya, kalau tidak percaya, rasanya sakit!

"Aku akan laporkan pada ayahku!" Aku menangis dan berteriak, mengambil tas di kelas dan berlari pulang.

Tiba di rumah, aku menceritakan semuanya dengan jujur. Apa tanggapan ayahku? Dia menggandeng tanganku, dan kembali ke sekolah. Aku tersenyum penuh kemenangan.

"Rasakan ...." kataku dalam hati.

Tapi ... tiba di sekolah, Ayah menghampiri Bu Hernita, dan berkata, "hukum dia lebih keras lagi, Bu, karena dia tidak sadar apa kesalahannya." Ayah meraih penggaris dan memukul tanganku berulang kali. Dan Bu Hernita menghentikan tindakan Ayah. "Di sekolah, hanya kami yang boleh menghukum. Bapak boleh pulang...!" tegas Bu Hernita.

Setelah Ayah pulang, Bu Hernita membawaku ke lapangan. Mengumpulkan semua siswa.

"Dengar semuanya! Mulai hari ini, Ibu tidak mau ada yang berteman dengan Adi ... kalau ada yang berteman, akan Ibu hukum! Faham?" Tatapan Bu Hernita beralih padaku, "dan kamu, kalau masih bersikap seperti ini. Ibu akan keluarkan kamu dari sekolah!" Kemudian beliau berlalu begitu saja.
.
Terhitung sejak hari itu, aku tidak memiliki satu orang teman pun. Semua teman menjauh setiap kali aku mendekat.
.
Aku sudah kelas lima menuju kelas enam waktu itu, usiaku bukan balita lagi. Aku sudah remaja, seharusnya sikapku tak seburuk itu.
.
Sampai pada puncak yang membuat aku terpukul lebih keras dari pukulan Bu Hernita, sore itu sepulang sekolah aku di panggil kepala sekolah. Saat aku masuk, ada Bu Hernita di sana.
.
"Adi, nilai kamu sejak kelas satu tidak buruk. Kelas satu sampai kelas dua,  kamu selalu juara umum. Apa kamu tidak bertanya-tanya, kenapa di kelas tiga sampai kelas lima kamu tidak juara?" Kepala sekolah ku bernama Pak Sudirman, orangnya sangat lembut. Berbicara dengan penuh kasih sayang, "nilai kamu masih tinggi. Bahkan lebih tinggi dari peraih juara umum kita. Tapi perilaku kamu ini, yang membuat nilai angka rapormu tidak ada gunanya."
 .
Aku tertunduk, Bu Hernita mengusap kepalaku. "Kemari, dengarkan Ibu." Jujur baru sekali itu aku melihat Bu Hernita selembut kapas berbicara padaku.
.
"Kamu tahu, Adi? Apa yang paling berguna? Bukan angka-angka di rapor itu. Melainkan ... ini." Tangan beliau menyentuh dadaku. Aku sudah remaja waktu itu, dan sudah sangat memahami maksud beliau. Bagaimana rasanya? Malu! Ingin menangis, tapi tidak bisa. Jadinya? Sesak di dada!
.
"Begini, apa Adi mau berubah? Karena kalau Ndah seperti ini terus, sekolah tidak akan meluluskan." Aku melihat ke arah Bu Hernita, aku tahu beliau serius.

"Mau berubah?" Bisik beliau pelan. Aku mengangguk. Pelan.

"Adi janji, Adi akan berubah, Bu. Adi janji gak nakal lagi!"
======

Sejak hari itu, aku adalah Adi yang baru. Aku terlahir menjadi pribadi yang berbeda. Dan benar saja, saat kelas enam, aku kembali meraih juara umum.

Aku lulus tes dengan nilai terbaik di SMP favorit. Juga masuk dan lulus SMA dengan nilai yang masih sangat memukau, hingga aku berhasil meraih beasiswa sampai menyelesaikan S1.

Ketika lulus SMA, aku berkunjung kerumah Bu Hernita, menanyakan satu hal yang dulu tidak berani aku tanyakan.

"Kenapa di rapor, meski aku tidak juara, nilaiku masih di tulis dengan jujur?"

Beliau menjawab, "karena itu nilai kamu. Kami tidak berhak mempermainkannya."

Bertanya-tanya apa saja kenakalanku? Banyak teman-teman. Aku memukul adik dan kakak kelas, padahal mereka tidak sengaja menginjak kakiku waktu antri beli makan di kantin. Aku membuang buku PR teman sekelas yang sering mengangguku, dan masih banyak lagi kenakalanku yang lain, sejak kapan? Sejak aku kelas tiga. Luar biasa bukan? Ya, aku anak nakal yang selalu di pukul oleh guru, nyaris setiap hari.

Akulah Adi, korban kekerasan guru, yang berhasil meraih gelar sarjana dengan masa kuliah tiga tahun.

Akulah Adi, korban kekerasan guru, yang setiap hari memiliki luka di bagian jari.
Apakah kedua orang tuaku melaporkan mereka? Ooh tidak! Orang tuaku tahu, bagaimana sifat dan sikapku. Itulah kenapa mereka akan tambah memarahiku, setiap kali aku terkena hukuman.

Akulah Adi, korban kekerasan guru, yang sangat berterimakasih pada rotan dan penggaris kayu itu.

Namaku, Adi. Aku bahagia guruku pernah memukul saat aku nakal.

Terimakasih, Bu Hernita, rotan itu bukan hanya melukai tanganku. Tapi juga berhasil memukul keras batu yang ada di hatiku.

Beliau selalu memanggilku "Adi" kalau aku sedang tidak bermasalah. Tapi saat aku berbuat salah, beliau akan menyebut namaku "Aadii !" Dengan sangat keras.

=========

Bu, Pak, tahukah anda?
Hanya anda yang tahu karakter anak-anak anda. Bagaimana bisa anda lepaskan tanggung jawab kepada gurunya di sekolah? Tapi anda menahan hak didik bagi mereka atas anak anda.

Bu, Pak, pikirkanlah, apakah mungkin seorang guru tiba-tiba memukul siswanya tanpa kesalahan?

Bu, Pak, mereka menggunakan tangan untuk menjewer. Tapi mereka menghabiskan setengah hidupnya untuk keberhasilan anak anda.

Saat anak anda menjadi dokter, anda berkata dengan bangga, "ini anakku, menjadi dokter karena kerja kerasku!"
Bu, Pak, pernahkah saat anak anda pintar membaca, lantas anda berterimakasih, pada gurunya?
Saat anak anda pandai menghitung, pernahkah berpikir untuk mendoakan gurunya?

Bu, Pak, kalian mengirim mereka ke sekolah, karena kalian tahu, mereka butuh seorang guru. Lantas, mengapa saat anak anda mendapat secuil cubitan, jeweran, lantas anda melaporkan gurunya ke polisi? Memenjarakan gurunya begitu saja.

Bu, Pak, anda tahu karakter anak anda. Pikirkanlah kenapa mereka di jewer, di cubit. Karena gurunya menyayangi mereka, memperlakukan mereka seperti anak sendiri.

Bu, Pak, aku bukan guru, tapi aku adalah korban kekerasan guru, dan aku bangga guruku bersikap keras terhadapku. Karena kalau tidak, maka aku tidak akan seperti sekarang.

Bu, Pak, tidak perlu membawa bingkisan untuk gurunya. Cukup hargai mereka, tundukkan kepala dan ingat bagaimana peranannya untuk masa depan putra dan putri anda.

Mereka guru, dengan tulus mendidik, tapi di rumah, anda memberi anak-anak dengan gadget, dan tontonan televisi yang tak bermoral. Lalu, anda menyalahkan guru ketika anak anda berperangai buruk.

Kilau emas yang anda pakai itu, adalah hasil kerja keras penambang yang digaji tak seberapa.

Begitulah kerasnya kerja seorang pembentuk, karena seperti Itulah arti seorang guru sesungguhnya...

👩‍🏫🙏🙏🙏

Sumber : teman Facebook

Tuesday, July 26, 2022

Tiga Belas Wasiat utk Guru

TIGA BELAS WASIAT BERHARGA UNTUK PARA GURU

1. Hendaknya tidak mengambil cuti sakit ketika engkau tidak sakit sehingga tidak menggabungkan dua maksiat : kebohongan dan makan harta haram. Sesungguhnya pemotongan gaji dilandasi taqwa dan takut kepada Allah itu lebih baik dan lebih kekal.

2. Terimalah murid-muridmu dengan segala kesalahan mereka karena mereka bukan malaikat, bukan pula syaitan. Tidak ada alasan untuk lari dari meluruskan kesalahan-kesalahan itu karena Anda adalah murabbi (pendidik) dan ini yang diharapkan dari Anda.

3. Tunjukkan rasa hormat Anda kepada murid yang ada di hadapan Anda dengan cara menerangkan keutamaan mereka sebagai penuntut ilmu. Hal ini akan mendekatkan jarak Anda dalam menuju hati mereka.

4. Ingatlah bahwa banyak di antara orang-orang besar menjadi besar lantaran satu kata dari seorang guru yang melejitkan mereka dan memantik cita mereka hingga menggapai puncak.

5. Perbagus cara interaksi Anda dengan para murid. Berapa banyak guru yang mendapat doa dari murid setelah bertahun-tahun terlewati, atau setelah berada di liang kubur.

6. Semua mata pelajaran dapat dikaitkan dengan ajaran-ajaran Islam. Tinggal bagaimana Anda mencari media yang tepat.

7. Setiap menit keterlambatan Anda dalam memulai pelajaran atau keluar sebelum waktu selesai adalah hak murid, ia akan mengambilnya pada hari penghitungan amal.

8. Berapa banyak guru yang menjadi sebab lurusnya arah berpikir kaum muda sehingga ia mendapatkan doa-doa tulus dan kebaikan yang mengalir. Ya Allah, tambahkan dan berkahi setiap guru yang kuat, bertanggung jawab, dan senantiasa berbuat baik.

9. Di depan Anda ada generasi. Bangkitkan jiwa mereka, ajarkan cinta kepada ilmu, dan bangunkan semangat. Barangkali satu kata dari Anda dapat membakar spirit dalam hatinya dan menjadi kebaikan untuk ummat.

10. Rasa takut murid Anda terhadap Anda bukanlah pertanda keberhasilan dan keterampilan Anda dalam menegakkan kedisiplinan. Itu hanya pertanda bahwa Anda gagal dalam memerankan pendidikan. Pendidikan itu membawa ketegasan dan kasih sayang bukan dengan menakut-nakuti.

11. Syekh Utsaimin rahimahulloh membedakan antara pulpen inventaris kantor dan pulpen pribadi karena takut makan barang haram. Lantas bagaimana dengan orang yang menghalalkan sesuatu yang lebih berharga daripada tinta? Yaitu waktu!

12. Ingatlah bahwa anda mempunyai anak yang diajar oleh guru-guru seperti Anda. Maka berbuat baiklah kepada anak orang niscaya Allah akan menyiapkan bagi anak Anda guru-guru yang akan berbuat baik kepada mereka. "Balasan sesuai dengan amal perbuatan."

13. Ikhlaskan niat utk Allah. Karena sesungguhnya Anda sedang melakukan tugas para Nabi. Dan jika anda mengharap pahala dalam pekerjaan Anda, maka setiap jam pada siang hari Anda dalam timbangan kebaikan Anda.

Semoga jadi nasehat para pejuang Pendidikan...🙏🙏🙏

Kita semua adalah Pendidik

copas by Andi Enong
Teman Facebook

Sunday, July 24, 2022

Kredit Motor

KEJAMNYA DUNIA SALES KREDIT

Harga motor : Rp 19 juta.
Uang muka : Rp 2 juta.
Masa angsuran : 3 tahun = 35 bulan.
Angsuran/bulan : 867 ribu.
Rincian hitungannya.
867,,000 x 35 = 30,345,000
Di tmbah ung muka 2 juta
Total jumlahnya 32,345,000

Itu harga motormu kalau di kredit, padahal harga motormu tadi cuma 19 juta. Saya tanya, kamu mau beli motor yg harganya 19 dengan harga 32 juta...?

Misal kamu bayar lancar dan 3 tahun kedepan jadi milikmu. Sendai itu motor kamu jual kira-² laku berapa...? Paling tinggi 12 juta.

Dari selisih harga cash dan kredit kamu sudah rugi 13 juta di tmbah lagi 7 juta dari penyusutan harg barang, total kerugianmu sudah 20 juta. Nah.. kmu mau bayar 32,345,000 untuk sebuh brang yg harganya 12 juta di saat barang itu sah menjadi milikmu...?

Banyak dari kita yg lebih mengedepankann gensi dalam memenuhi tuntutan gaya hidupnya. Parahnya gaya hidup itu terlalu di paksakan.

Sebenarnya kalau kita mau berfikir, sabar dan ikhtiar sedikit lebih keras pasti akan ada solusi. Jangan karena kita "kepanasan" oleh teman atau tetangga kita yg memiliki ini dan itu, kita jadi lupa akan kebutuhan kita yg sesungguhnya.

KEBUTUHAN dan KEINGINAN itu berbeda jauh. Jangan pernah sekali-² menjadikan riba sebagai satu-²nya jalan pemenuhan kebutuhan hidup.

Sumber : Teman FB

Friday, July 22, 2022

Slow Leaner Murid Imam Syafi'i

Imam Syafi'i dan Murid "Slow Learner" 
_____
Sangat mengesankan pada apa yang ditulis oleh Imam Baihaqi dalam kitab Manaqib Imam Syafii, bagaimana cara Imam Syafii, sebagai guru mengajar salah satu muridnya yang sangat lamban dalam memahami pelajaran.

Sang Murid itu adalah Ar Rabi’ bin Sulaiman, murid paling slow learner. Berkali-kali diterangkan oleh sang guru Imam Syafii, tapi Robi’tak juga faham. Setelah menerangkan pelajaran, Imam Syafii bertanya,
“Rabi’ Sudah faham paham belum ?”
“Belum faham, ”jawab Rabi’.

Dengan kesabaranya, sang guru mengulang lagi pelajaranya,lalu ditanya kembali, ”sudah faham belum? Belum.
Berulang diterangkan sampai 39x Rabi’ tak juga paham.

Merasa mengecewakan gurunya dan juga malu, Rabi’ beringsut pelan-pelan keluar dari majelis ilmu. Selesai memberi pelajaran Imam Syafii mencari Robi’, melihat muridnya. Imam Syafi'i berkata, ”Robi’ kemarilah, datanglah ke rumah saya !”.

Sebagai seorang guru, sang imam sangat memahami perasaan muridnya, maka beliau mengundangnya untuk belajar secara privat.
Sang Imam mengajarkan Rabi’ secara privat, dan ditanya kembali, ”Sudah paham belum ?
Hasilnya? Rabi’ bin Sulaiman tidak juga paham.

Apakah Imam Asy-Syafi’i berputus asa?
Menghakimi Rabi’ bin Sulaiman sebagai murid bodoh? Sekali-kali tidak. Beliau berkata,  

”Muridku, sebatas inilah kemampuanku mengajarimu. Jika kau masih belum paham juga, maka berdoalah kepada Allah agar berkenan mengucurkan ilmu-Nya untukmu. Saya hanya menyampaikan ilmu. Allah-lah yang memberikan ilmu. Andai ilmu yang aku ajarkan ini sesendok makanan, pastilah aku akan menyuapkannya kepadamu.”

Mengikuti nasihat gurunya, Rabi’ bin Sulaiman rajin sekali bermunajat berdoa kepada Allah dalam kekhusyukan. Ia juga membuktikan doa-doanya dengan kesungguhan dalam belajar. Keikhlasan, kesalehan, dan kesungguhan, inilah amalannya Rabi’ bin Sulaiman.

Tahukah kita? Rabi’ bin Sulaiman kemudian berkembang menjadi salah satu ulama besar Madzhab Syafi’i dan termasuk perawi hadis yang sangat kredibel dan terpercaya dalam periwayatannya. 

Sang slow learner bermetamorfosis menjadi seorang ulama besar.
Inilah buah dari kesabaran Imam Asy-Syafi’i dalam mengajar dan mendidik.

Adakah kita, para guru dan orangtua bisa meneladani kesabaran Imam Syafii dalam mengajar ?

Berapa kuat kita meyakini bahwa tidak ada anak dan murid yang bodoh?

Sudahkan kita, para guru dan orangtua mendoakan anak-anak dan murid didik kita agar difahamkan pelajaran ?

Sudahkan kita, para guru dan orangtua memotivasi anak murid kita agar gigih berdoa kepada Allah Ta'ala?

Sumber : Teman Facebook

Bulying

- AKU KORBAN KEKERASAN GURU -
=====

Perkenalkan, aku Adi Surya. Lulusan terbaik Universitas Negeri Jakarta.
Kapan aku duduk di bangku SD? Pada masa teknologi masih Radio dengan antena, dan Televisi masih hitam putih dikeroyok semut.

Aku korban kekerasan guru sejak kelas tiga SD. Masih segar di ingatan, wali kelasku, Pak Yunus, berteriak marah, "hey, kamu! Maju ke depan kelas!" Dengan wajah menantang aku berdiri, menghampiri beliau.

"Selesaikan soal ini!" Lelaki empat puluh tahun itu memukul papan tulis dengan penggaris kayu. "Salah sedikit saja, habis kamu!" Aku dengan yakin mengerjakan soal matematika yang ia berikan.

"Sudah, Pak." Aku berseru dengan sombong. Yakin kalau jawabanku pasti benar.

Tapi ....

Plak ...! Penggaris dengan panjang satu meter itu mendarat di tubuh bagian belakangku. "Kamu cukup pandai, tapi bengal minta ampun! Duduk!" Aku kembali ke kursi sambil mengusap bagian yang sakit.
.
Di lain kesempatan, saat aku kelas lima, aku di panggil wali kelas dua, guru wanita yang terkenal killer, kejam dan suka menghukum. Namanya Bu Hernita. Matanya menakutkan, selalu membawa rotan di tangannya.

"Adi, kamu tadi memukul siswa kelas dua. Betul?" Aku biasanya selalu berani menghadapi guru, tapi hari itu, aku tertunduk takut. "Jawab...!" Wanita itu berteriak sambil memukul meja.

Aku benar-benar mati gaya waktu itu. Darah premanku menghilang. Padahal aku sudah sering dipanggil guru, tapi selalu selamat dari guru satu ini. Tapi kali ini, sepertinya adalah hari sialku.

"Kemari...!" Tanganku di tarik mendekat, "kepalkan tanganmu!" Aku menuruti, dan tiga puluh pukulan mendarat di kepalan tangan kecilku. Menangis? Ya, aku menangis, tentu saja, kalian boleh mencobanya, kalau tidak percaya, rasanya sakit!

"Aku akan laporkan pada ayahku!" Aku menangis dan berteriak, mengambil tas di kelas dan berlari pulang.

Tiba di rumah, aku menceritakan semuanya dengan jujur. Apa tanggapan ayahku? Dia menggandeng tanganku, dan kembali ke sekolah. Aku tersenyum penuh kemenangan.

"Rasakan ...." kataku dalam hati.

Tapi ... tiba di sekolah, Ayah menghampiri Bu Hernita, dan berkata, "hukum dia lebih keras lagi, Bu, karena dia tidak sadar apa kesalahannya." Ayah meraih penggaris dan memukul tanganku berulang kali. Dan Bu Hernita menghentikan tindakan Ayah. "Di sekolah, hanya kami yang boleh menghukum. Bapak boleh pulang...!" tegas Bu Hernita.

Setelah Ayah pulang, Bu Hernita membawaku ke lapangan. Mengumpulkan semua siswa.

"Dengar semuanya! Mulai hari ini, Ibu tidak mau ada yang berteman dengan Adi ... kalau ada yang berteman, akan Ibu hukum! Faham?" Tatapan Bu Hernita beralih padaku, "dan kamu, kalau masih bersikap seperti ini. Ibu akan keluarkan kamu dari sekolah!" Kemudian beliau berlalu begitu saja.
.
Terhitung sejak hari itu, aku tidak memiliki satu orang teman pun. Semua teman menjauh setiap kali aku mendekat.
.
Aku sudah kelas lima menuju kelas enam waktu itu, usiaku bukan balita lagi. Aku sudah remaja, seharusnya sikapku tak seburuk itu.
.
Sampai pada puncak yang membuat aku terpukul lebih keras dari pukulan Bu Hernita, sore itu sepulang sekolah aku di panggil kepala sekolah. Saat aku masuk, ada Bu Hernita di sana.
.
"Adi, nilai kamu sejak kelas satu tidak buruk. Kelas satu sampai kelas dua,  kamu selalu juara umum. Apa kamu tidak bertanya-tanya, kenapa di kelas tiga sampai kelas lima kamu tidak juara?" Kepala sekolah ku bernama Pak Sudirman, orangnya sangat lembut. Berbicara dengan penuh kasih sayang, "nilai kamu masih tinggi. Bahkan lebih tinggi dari peraih juara umum kita. Tapi perilaku kamu ini, yang membuat nilai angka rapormu tidak ada gunanya."
 .
Aku tertunduk, Bu Hernita mengusap kepalaku. "Kemari, dengarkan Ibu." Jujur baru sekali itu aku melihat Bu Hernita selembut kapas berbicara padaku.
.
"Kamu tahu, Adi? Apa yang paling berguna? Bukan angka-angka di rapor itu. Melainkan ... ini." Tangan beliau menyentuh dadaku. Aku sudah remaja waktu itu, dan sudah sangat memahami maksud beliau. Bagaimana rasanya? Malu! Ingin menangis, tapi tidak bisa. Jadinya? Sesak di dada!
.
"Begini, apa Adi mau berubah? Karena kalau Ndah seperti ini terus, sekolah tidak akan meluluskan." Aku melihat ke arah Bu Hernita, aku tahu beliau serius.

"Mau berubah?" Bisik beliau pelan. Aku mengangguk. Pelan.

"Adi janji, Adi akan berubah, Bu. Adi janji gak nakal lagi!"
======

Sejak hari itu, aku adalah Adi yang baru. Aku terlahir menjadi pribadi yang berbeda. Dan benar saja, saat kelas enam, aku kembali meraih juara umum.

Aku lulus tes dengan nilai terbaik di SMP favorit. Juga masuk dan lulus SMA dengan nilai yang masih sangat memukau, hingga aku berhasil meraih beasiswa sampai menyelesaikan S1.

Ketika lulus SMA, aku berkunjung kerumah Bu Hernita, menanyakan satu hal yang dulu tidak berani aku tanyakan.

"Kenapa di rapor, meski aku tidak juara, nilaiku masih di tulis dengan jujur?"

Beliau menjawab, "karena itu nilai kamu. Kami tidak berhak mempermainkannya."

Bertanya-tanya apa saja kenakalanku? Banyak teman-teman. Aku memukul adik dan kakak kelas, padahal mereka tidak sengaja menginjak kakiku waktu antri beli makan di kantin. Aku membuang buku PR teman sekelas yang sering mengangguku, dan masih banyak lagi kenakalanku yang lain, sejak kapan? Sejak aku kelas tiga. Luar biasa bukan? Ya, aku anak nakal yang selalu di pukul oleh guru, nyaris setiap hari.

Akulah Adi, korban kekerasan guru, yang berhasil meraih gelar sarjana dengan masa kuliah tiga tahun.

Akulah Adi, korban kekerasan guru, yang setiap hari memiliki luka di bagian jari.
Apakah kedua orang tuaku melaporkan mereka? Ooh tidak! Orang tuaku tahu, bagaimana sifat dan sikapku. Itulah kenapa mereka akan tambah memarahiku, setiap kali aku terkena hukuman.

Akulah Adi, korban kekerasan guru, yang sangat berterimakasih pada rotan dan penggaris kayu itu.

Namaku, Adi. Aku bahagia guruku pernah memukul saat aku nakal.

Terimakasih, Bu Hernita, rotan itu bukan hanya melukai tanganku. Tapi juga berhasil memukul keras batu yang ada di hatiku.

Beliau selalu memanggilku "Adi" kalau aku sedang tidak bermasalah. Tapi saat aku berbuat salah, beliau akan menyebut namaku "Aadii !" Dengan sangat keras.

=========

Bu, Pak, tahukah anda?
Hanya anda yang tahu karakter anak-anak anda. Bagaimana bisa anda lepaskan tanggung jawab kepada gurunya di sekolah? Tapi anda menahan hak didik bagi mereka atas anak anda.

Bu, Pak, pikirkanlah, apakah mungkin seorang guru tiba-tiba memukul siswanya tanpa kesalahan?

Bu, Pak, mereka menggunakan tangan untuk menjewer. Tapi mereka menghabiskan setengah hidupnya untuk keberhasilan anak anda.

Saat anak anda menjadi dokter, anda berkata dengan bangga, "ini anakku, menjadi dokter karena kerja kerasku!"
Bu, Pak, pernahkah saat anak anda pintar membaca, lantas anda berterimakasih, pada gurunya?
Saat anak anda pandai menghitung, pernahkah berpikir untuk mendoakan gurunya?

Bu, Pak, kalian mengirim mereka ke sekolah, karena kalian tahu, mereka butuh seorang guru. Lantas, mengapa saat anak anda mendapat secuil cubitan, jeweran, lantas anda melaporkan gurunya ke polisi? Memenjarakan gurunya begitu saja.

Bu, Pak, anda tahu karakter anak anda. Pikirkanlah kenapa mereka di jewer, di cubit. Karena gurunya menyayangi mereka, memperlakukan mereka seperti anak sendiri.

Bu, Pak, aku bukan guru, tapi aku adalah korban kekerasan guru, dan aku bangga guruku bersikap keras terhadapku. Karena kalau tidak, maka aku tidak akan seperti sekarang.

Bu, Pak, tidak perlu membawa bingkisan untuk gurunya. Cukup hargai mereka, tundukkan kepala dan ingat bagaimana peranannya untuk masa depan putra dan putri anda.


Mereka guru, dengan tulus mendidik, tapi di rumah, anda memberi anak-anak dengan gadget, dan tontonan televisi yang tak bermoral. Lalu, anda menyalahkan guru ketika anak anda berperangai buruk.

Kilau emas yang anda pakai itu, adalah hasil kerja keras penambang yang digaji tak seberapa.
Begitulah kerasnya kerja seorang pembentuk, karena seperti Itulah arti seorang guru sesungguhnya...

👩‍🏫🙏🙏🙏
Diambil dari Teman Facebook.

Indonesia

Benarkah nama negara kita
 *"I  N  D  O  N  E  S  I  A"*
 diberi nama sesuai dgn.Akronim Para
*"WALI SONGO "*?

1. *I*   *Ibrahim Malik* 
         _*(Sunan Gresik)*_
2. *N*  *Nawai Macdhum* 
         _*(Sunan Bonang)*_
3. *D*  *Dorojatun R Khosim* 
         _*(Sunan Drajat)*_
4. *O* *Oesman R Djafar Sodiq*
          _*(Sunan Kudus)*_
5. *N* *Ngampel R Rahmat* 
         _*(Sunan Ampel)*_
6. *E*  *Eka Syarif Hidayatullah*
          _*(Sunan Gunung Jati)*_
7. *S*   *Syaid Umar*
          _*(Sunan Muria)*_
8. *I*  *Isyhaq Ainul Yaqin* 
         _*(Sunan Giri)*_
9. *A*  *Aburahman R Syahid*
         _*(Sunan Kalijaga)*_

Jumlah huruf *INDONESIA = 9*
 sesuai dgn. jumlah Wali/Alim Ulama dikala itu = 
*WaliSongo*= *9 Wali* 
laluuuuuu...

Pernahkah  Kita Menghitung Angka dari Kata  
*"INDONESIA"*?

Akan di dapat Keajaiban yg.
*"LUAR BIASA"*, 

Mari, Kita coba Hitung :
Abjad = Urutan Angka

*I*  :   9
*N*: 14
*D* :  4
*O* : 15
*N* : 14
*E* :   5
*S* : 19
*I*  :   9
*A* :  1

Dari Semua Angka, yang Muncul Hanya
Angka  *"1-9-4-5"*  

Tdk ada angka 2,3,6,7,8

Tentu ini Bukan Kebetulan...
Ini adalah Kehendak &  Karunia dari
*"TUHAN YME"*

Mari Coba Kita Jumlahkan semua Angka dari
Kata 
*"INDONESIA"*
 Jumlahnya "90", 
Dalam *AL QURÀN,* 
Surat ke-90 
adalah 
*"Surat Al-Balad,"* 
yang Artinya 
*"NEGERI"*
 
Tentu ini Bukan Suatu
Kebetulan ini semua Karunia yang
*Luar Biasa* 
dari 
*TUHAN YME*

Mungkin ini Juga Jawaban pada 
*HADITS ROSULLULAH*
yang Mengatakan       Bahwa                                                                                      akan ada Negeri di atas Awan Bernama
Samudra.
yang di-Kelilingi Air &  menghasilkan Banyak Ulama...
Ternyata Negeri itu adalah...
*INDONESIA*- Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur

Mari kita jadikan 
*INDONESIA*
menjadi Negara yang bermartabat, berdaulat & kita wujudkan Rohmatan lil 'alaamiin...

Agar menambah pengetahuan kita ....
☝🏻🇲🇨🇲🇨🤝🏻

Apakah ini hanya kebetulan ?
 Share agar banyak Orang INDONESIA  tau.
menuju ulang tahun negriku

Dari sumber teman Facebook

Sunday, July 17, 2022

Mobil Bekas

SEMOGA KITA BISA BELAJAR DARI KISAH INI 

Seorang ayah berkata kepada anaknya : "Kamu telah lulus ujian dengan nilai terbaik , ini mobil yang ayah beli bertahun - tahun lalu. Ayah sangat mencintainya dan kini akan ayah hadiahkan kepadamu".  
Sang putra melihat mobil yang agak lusuh, terbengkalai di garasi tua.

"Tetapi sebelum ayah memberikannya kepada mu, bawalah ke toko mobil bekas dan katakan kepada mereka bahwa kamu ingin menjualnya dan lihat berapa nilai yang akan mereka tawarkan kepada mu. 
 
Anak itu pergi ke toko mobil bekas dan kembali ke ayahnya dan berkata : "Mereka menawarkan saya Rp. 18.000.000 karena mobilnya tidak terjaga dan terlihat sangat tua "

Sang ayah lalu berkata, "Coba bawa ke toko pegadaian. "Anak itu pun pergi ke toko pegadaian, lalu kembali kepada ayahnya dan berkata : "Toko itu hanya menawarkan Rp. 1.800.000 saja karena mobilnya sangat tua." 
 
Kemudian sang Ayah meminta anaknya untuk pergi ke klub mobil dan menunjukkan mobil kepada mereka. Anaknya membawa mobil ke klub, kembali dan memberi tahu ayahnya : "Beberapa orang di klub menawarkan Rp. 360.000.000 untuk itu, karena itu adalah Nissan Skyline R34 . Mobil ikonik dan dicari banyak orang . 

Sang ayah berkata kepada anaknya : " AYAH HANYA INGIN KAU TAHU, TEMPAT DAN ORANG YANG TEPAT AKAN MENILAIMU UNTUK NILAI YANG TEPAT " 

Kalau kita tidak di hargai jangan marah berarti kita salah tempat, Mereka yang benar - benar mengenali tahu cara menghargai . Jangan menunggu terlalu lama di tempat kita yang tidak di hargai . Jangan buang waktumu berurusan dengan orang yang tidak menghargaimu .

Kredit : Mohamad Faidzal via Jipilli Saikar

Pengangguran

*Pengangguran
Kalian pengangguran sekarang? Mau kerja, sudah kemana2, eh tetap tidak keterima? Atau malah, jangankan diterima, dipanggil buat test saja tidak lulus?

Maka, jangan sedih. Teman kalian banyak. Menurut data BPS bulan Februari 2022, ada 8,4 juta penduduk Indonesia yang menganggur. 

Banyak loh ini. Banget. 

Dan repotnya adalah: kita merasa sudah qualified, lulusan S1, eh ternyata kompetitor kita S2. Kita merasa sudah cumlaude, IPK bagus, eh saingan kita malah 4 IPK-nya, dan mereka dari kampus2 top. Termasuk dari LN.

Sudah lumrah sekarang, posisi2 tertentu yg dulu cukup diisi lulusan SMA atau D3, sekarang anak2 S1/S2 pun rela, sepanjang bisa kerja. Karena mendapatkan pekerjaan yg diinginkan yg bagus semakin sulit. 

Maka, jangan tanya soal kapan kalian bisa beli rumah sendiri, yang ada kolam renangnya, dll. Ngimpi jadinya.

Itulah kenyataan hidup. Kalian yg lahir tahun 90-an, berat toh? Sudah melamar kemana2, sudah capek ngirim surat lamaran, tdk dipanggil2. Nanti yg lahir 2000-an, akan semakin berat. 

Tapi jangan sedih, karena ketahuilah teman kalian banyak. Eh? Maaf, ini akan serius jawabnya. Jangan sedih. Karena:

1. Mulailah pikirkan opsi lain. Tidak selalu harus jadi pegawai kan? Bisa loh misalnya jadi pengusaha. Dagang, bikin warung, desain, dll, dsbgnya. Atau jadi petani? Itu juga bisa.

2. Pada akhirnya, orang2 yg tekun dan fokus bisa sukses. Fokus pilih bidang yg kira2 kalian kuasai. Lantas tekuni. Bisnis mulung sampah saja, atau penyedia cleaning service, kalau tekun dan fokus, bisa jadi sultan loh.

3. Tahan banting, kerja keras. Nah, ini benar2 penting. Berhentilah buang2 waktu main gadget. Duh Gusti, mau sukses, tapi kerjaan main HP melulu. Diingatkan, eh nyolot. Kitalah yang akan untung jika mulai mengurangi kegiatan mubazir. Mulailah kerja keras, terus belajar, dll

4. Terakhir, banyak2lah doa. 

Well, jika hari ini kita pengangguran, boleh jadi, 5-10 tahun lagi, kita malah yg ngasih pekerjaan ke orang lain. Kita bisa menggaji karyawan. Seru, bukan? Dan tdk perlu buru2 pamer betapa hebatnya sudah sukses. Karena ketahuilah, orang2 yg betulan sukses, dia semakin rendah hati, tidak gila pujian orang lain. 

Demikianlah.

*Tere Liye

Saturday, June 18, 2022

Aksi Nyata Modul 3.3 Gelar Karya Seni Lintas Budaya

 

 

AKSI NYATA MODUL 3.3

PROGRAM BERDAMPAK PADA MURID

“GELAR KARYA SENI LINTAS BUDAYA”

 


 




A.    PERISTIWA (FACT)

Pada hari Jumat, 17 Agustus 2022 SMK Negeri 6 Surakarta melalui panitia OSIS menyelenggarakan Gelar Karya Lintas Budaya di halaman tengah. Diawali dengan kedatangan beberapa pengurus OSIS ke Waka Kesiswaan yang mengadukan sejak pandemi 2 tahun lebih tidak ada acara hiburan bersifat pengerahan masal dan usulan mereka adalah menyelenggarakan semacam class meeting setelah mengikuti ujian semesteran untuk kenaikan kelas (aspek suara). Usulan ditangkap oleh Waka Kesiswaan bersama CGP sebagai mediator untuk merumuskan kegiatan yang melibatkan siswa sepenuhnya (aspek ownership), melalui diskusi cukup panjang muncul beberapa usulan yakni adanya lomba Mural, lomba senam Profil Pelajar Pancasila, Lomba Pidato Bahasa Inggris, Jawa dan Bahasa Indonesia dalam rangka Hari Pendidikan Nasional serta Gelar Karya sebagai acara puncak (aspek pilihan). Pada baba penyisihan hasil sketsa Mural, Lomba Senam dan Lomba pidato  dari kelompok/kelas dikirim melalui Google Drive untuk dinilai.  https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScj9nu-znQz_sqMOQMVZHRELSiyrX3lY9H63LH1p3fHvH5dtw/viewform

 










Pada bab seleksi diambil rangking 1,2,3 sebagai pemenang lomba sedangkan pemenang pertama tampil di Gelar Karya.

Adapun tujuan Gelar Karya adalah :

 

v  Memberi kesempatan murid untuk berkreasi, beraktivitas seni, beraksi sesuai dengan kemampuannya, pada Ajang pentas seni murid dalam meningkatkan kreativitas dan seni musik

v  Ajang kreativitas mencurahkan ide dengan seni mural, corat-coret positif terhindar budaya Vandalism melalui aksi kerjasama, dan kemandirian.

v  Ajang Kemandirian dan percaya diri tampil di muka umum untuk melatih kemampuan berespresi dan berbicara.

v  Memastikan program / kegiatan Gelar Karya telah memenuhi sasaran, suara, pilihan dan kepemilikan murid sesuai tujuan Profil Pelajar Pancasila.

 

Kepanitiaan dari awal penyelenggaraan ini adalah pengurus OSIS dan acara dibuka oleh kepala sekolah. Pemenang mendapatkan penghargaan / Hadiah juara 1-2-3, hadiah langsung diberikan oleh kepala sekolah.

https://smkn6solo.sch.id/2022/06/18/smk-viska-helat-gelar-karya-lintas-budaya-2022/

 

Di bawah ini rekap penilaian sketsa Mural oleh peserta lomba pada babak penyisihan

PENILAIAN SKETSA LOMBA MURAL HARDIKNAS 2022

No

Kelas

Link SKETSA

PERINGKAT

KELAS

1

X ULP 3

https://drive.google.com/file/d/1YF86PlFiJ4IsJ3oOgffXPAhyMbbXG0EG/view?usp=sharing

1

X ULP 3

2

X BP

https://drive.google.com/file/d/1JG43LQsRCT1ZHn0tpKFAp5zeyZMtHzNN/view?usp=sharing

2

X BP

3

X AKL 3

https://drive.google.com/file/d/1NUGra4ZpCCzlgpKNttPu92DZGv54Elzy/view?usp=sharing

3

X AKL 3

4

X DKV 2

https://drive.google.com/file/d/1UUVk1zYQ0E7AVS9UOcDy0xf5j8XHsiWm/view?usp=sharing

4

X DKV 2

5

XI AKL 3

https://drive.google.com/file/d/1t1YB5nrfu5oI3vwDnz41Hxr1XxctRbx_/view?usp=sharing

5

XI AKL 3

6

X PM 1

https://drive.google.com/file/d/1aGJpVCoN_Hy3Fyphc9fSMzy_0pghjoHY/view?usp=sharing

6

X PM 1

7

X MPLB  2

https://drive.google.com/file/d/128ypDR7LSy7ZAOKSLBMjxxX-8BPdsP6Z/view?usp=sharing

7

X MPLB  2

8

X AKL 2

https://drive.google.com/file/d/1jtGkr57mI9-AjhI62yh-Bn3NSA65Ghc9/view?usp=sharing

8

X AKL 2

9

XI AKL 2

https://drive.google.com/file/d/1WSgVENVtlT727HPCwDbZ0E55bn-F_o6S/view?usp=sharing

9

XI AKL 2

10

X AKL 1

https://drive.google.com/file/d/15oHGWD296i6YtkFED2bObSh7xYbE6P3d/view?usp=sharing

10

X AKL 1

11

XI UPW 2

https://drive.google.com/file/d/1Q_MpaiNT0LH-6lc-pt5dNG3Gt-Ef-DNV/view?usp=drivesdk

11

XI UPW 2

12

XI BDP 2

https://drive.google.com/file/d/1Hv2otqt_CWUnJ0swBbyPiJ6QmvrOuSoa/view?usp=sharing

12

XI BDP 2

13

XI OTKP 2

https://drive.google.com/file/d/1ZA6vkY4EJ5mRtMz-scEP6NPdHHYanthE/view?usp=sharing

13

XI OTKP 2

14

X ULP 1

https://drive.google.com/file/d/1fpxPcGRfiCUkXBt41He5RP7HheaLHKK-/view?usp=sharing

14

X ULP 1

15

X ULP 2

https://drive.google.com/file/d/1ZPaRQGE2ljUGuszB7nf8eBBnChC_EA9V/view?usp=sharing

15

X ULP 2

16

XI UPW 1

https://drive.google.com/file/d/18LF4MyMKbotoLTtZlydVxjOhD3rTPE_g/view?usp=sharing

 

 

17

XI OTKP 3

https://drive.google.com/file/d/1L_cJq3lZFj9yQbqrkD1KEilJRpvvz8Gt/view?usp=sharing

 

 

18

X DKV 1

https://drive.google.com/file/d/1DeQQ3-XB1nWwG74zSc669Gon-56PA9tA/view?usp=sharing

 

 

19

XI UPW 3

https://drive.google.com/file/d/1Qhj4yPQR8Iw9TuRwvjcTP3xR7CaqTnz0/view?usp=drivesdk

 

 

20

XI MM 1

https://drive.google.com/file/d/1VLXr9l_TzTKM8lFjGtzde1P_v8_8K4IL/view?usp=sharing

 

 

21

XI RPL

https://drive.google.com/file/d/1O_g0IO1ahMpcMlnecZh5kgWucjAgR_Ka/view?usp=sharing

 

 

22

XI OTKP 1

https://drive.google.com/file/d/1D2XjfUGyEKHG-WSeOWZCxjxEUoPMryoe/view?usp=sharing

 

 

23

X PPLG

https://drive.google.com/file/d/13nBi3SKAjhHeW7g1-tC92uion6P4tPxF/view?usp=sharing

 

 

24

X PM 2

https://drive.google.com/file/d/16ht6jwdl1pZxc4Acjyur1L8u-U1Mj7lM/view?usp=sharing

 

 

25

XI MM 2

https://drive.google.com/file/d/1xPGBCOTXcXQEO84T6p1X3SCzlDiTZXVz/view?usp=sharing

 

 

26

XI BDP 1

https://drive.google.com/file/d/11MzTV9hMvcDC3OmovrGp7WLW_1X-KdxZ/view?usp=sharing

 

 

27

X MPLB 1

https://drive.google.com/file/d/1OYTs2jqC6eoV1zZmwZ4gxthDrzsRbi_v/view?usp=sharing

 

 

28

X MPLB 3

https://drive.google.com/file/d/1GIkV0jdS2YsuQc_ps5BjBIZ-sHgN1bg8/view?usp=sharing

 

 

 

B.     PERASAAN (FEELING)

 

Saya merasa bersyukur, bangga, termotivasi dan terinspirasi untuk selalu menetapkan semua program atau kegiatan berorientasi pada pembelajaran berbasis murid, berorientasi pada keberpihakan dan kebermaknaan untuk pendewasaan murid untuk bekal masa depan. Melalui aksi nyata modul Student Agency ini diharapkan dapat menjadi solusi terbaik semua program sekolah atau komunitas praktisi mengedepankan keterdampakan murid melalui aspek suara (voice) , pilihan (choice) dan kepemilikan (ownership) di dalam ruang lingkup kegiatan baik intra, ko dan ekstra kurikuler di sekolah.

Modal aset ketujuh dari guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, murid, sosial, fisik, lingkungan, politik, agama dan budaya serta finansial diberdayakan sebesar-besarkan untuk mendongkrak mensukseskan program-program yang berdampak pada murid. Seperti musik, seni tarik, seni vocal, mural, grafiti, dan lain-lain yang melibatkan murid baik dari pra, proses maupun pasca produksi sehigga benar-benar menjadi ajang kreativitas murid.

 

  

 

C.    PEMBELAJARAN

 

Pembelajaran yang bisa kita ambil dalam aksi nyata pengelolaan program berdampak pada murid adalah adanya kolaborasi, gotong royong, keberpihakan pada murid, penyaluran suara, kebebasan memilih kegiatan dan peran, serta partisipasi murid totalitas untuk kepemilikan program secara utuh sehingga muncul rasa handabeni (memiliki), rasa tanggung jawab. Melalui aksi nyata pengelolaan program berdampak pada murid dapat ditarik pelajaran penting bahwa sebuah kegiatan semakin diberikan kepada murid (dipercaya) maka akan membekas kuat di benak murid dalam jangka yang lama. Terlebih kegiatan itu merupakan ajang kesukaan mereka seperti menari, bernyanyi, berjoget, menggambar sebagai ekspresi kebebasannya.

 

D.    PENERAPAN MASA DEPAN

 

Pemetaan sekolah sangat penting dilakukan untuk mendapatkan data terkait aset atau kekuatan yang dimiliki sekolah. Kekuatan yang dimiliki sekolah dijadikan sebagai modal dalam membantu sekolah menjalankan program-program yang berdampak pada murid.   Proses pemetaan yang dilakukan sebagai salah satu upaya sekolah dalam menerapkan inkuiri apresiatif tahapan BAGJA.

1.      Program berdampak pada murid akan menjadi proyek berkelanjutan diterapkan di sekolah dengan langkah konkrit menerapkan BAGJA (paradigma inkuiri) yakni :

a)       Menyusun rencana perubahan

b)       Memahami kekuatan yang ada di sekolah, sebagai dasar untuk melakukan perubahan positif

c)       Mengevaluasi hal-hal positif yang ada di sekolah

d)       Berkolaborasi dengan stakeholders dan rekan sejawat

e)       Dukungan dan motivasi dari seluruh stakeholders

f)        Pendekatan psikologi positif.

Semua langkah yang kita susun kita upayakan untuk menemukenali hal yang positif untuk dikembangkan bukan hal yang negatif, artinya menggunakan pendekatan berbasis aset bukan pendekatan berbasis kelemahan sampai pada akhirnya menyelaraskan kekuatan dengan pemetaan tujuh aset untuk dikelola menjadi kekuatan dukungan pengembangan program berdampak pada murid yang disinkronkan dengan Visi Misi sekolah utamanya menuju Profil Pelajar Pancasila.

 2. Tindak Lajut

Acara berlanjut ke Flash Mob CFD Solo bersama Bp.Gubernor Jawa Tengah Bp. Ganjar Pranowo Minggu 19 Juni 2022.



Foto Bersama P. Ganjar


Menari Bersama P. Ganjar

3.    Monev

Monitoring dan evaluasi direncanakan menggunakan MELR lewat format-format khusus seperti format rantai hasil (input-activity-output-outcome dan impact), format kerangka Monev (pertanyaan kunci evaluasi, fokus monitoring, metode yang digunakan dan strategi pengolahan data), serta format manajemen risiko (kemungkinan yang terjadi, ukuran risiko dan strategi pengendalian).

Saya mohon maaf belum bisa menyajikan laporan Monev karena terkendala siswa sudah liburan sekolah dan materi monev ini baru saja disampaikan Pengajar Praktik (PP) pada loka 6 sedangkan demi mengejar momentum aksi nyata saya dapatkan satu hari sebelum Loka 6. Sebagai refleksi diri saya sebelum datang sub tugas Aksi Nyata Modul 3.3 saya sudah mencari-cari referensi mengenai program berdampak pada murid pada web, blog, youtube, FB dan lain-lain.Saya dapati banyak aksi nyata yang melibatkan murid skala besar praktis saya harus gerak cepat berkoordinasi dengan waka kesiswaan dan jajarannya untuk mengkondisikan, mengelaborasi, membantu mewarnai serta menebengi aksi ini agar bisa menjadi aksi bersama baik sekolah dan CGP, sebab jika semua kegiatan ini dari pribadi tentu ini sebuah kemustahilan karena CGP tidak punya akses cukup kuat di sekolah oleh karenanya waka kesiswaan membantu untuk mengemas kegiatan ini menjadi kegiatan aksi nyata modul 3.3 dan kegiatan sekolah berdampak pada murid.

Refleksi lebih lanjut bahwasannya menjadi CGP dalam memenuhi tugas-tugas yang padat harus dapat mengambil momentum dengan gerak cepat sebab momentum datangnya hanya sekali, dan akan datang lagi pun tidak cukup waktu. Sehingga koordinasi, kolaborasi, kerjasama, konsolidasi dengan jajaran, teman guru, waka dan kepala sekolah sangat-sangat penting agar tugas-tugas CGP dipaksa atau tidak disadari menjadi tugas sekolah, tugas bersama yang saling melengkapi.


Salam Guru Penggerak !!!

 Link :

https://www.kompasiana.com/darsonomasguru/62aea2aac44f9272442fbe62/aksi-nyata-modul-3-3-gelar-karya-seni-lintas-budaya-smk-negeri-6-surakarta

https://smkn6solo.sch.id/2022/06/18/smk-viska-helat-gelar-karya-lintas-budaya-2022/