JURNAL MINGGU KE-8
CGP ANGKATAN 04 KOTA SURAKARTA
BUDAYA POSITIF
Model 4: (Papan cerita reflektif - Reflective Storyboard)
Perjalanan Pendidikan Guru Penggerak angkatan 4 Kota Surakarta telah memasuki minggu ke 8, maka dalam jurnal mingguan ini saya ingin mengetengahkan Model 4 yakni papan cerita storyboard pada Budaya Positif (Keyakinan Kelas, Posisi Kontrol dan Restitusi).
Adapun Refleksi Terbimbing : PERTANYAAN REFLEKSI 4 P YANG PERLU DIJAWAB
* Peristiwa-peristiwa apa saja yang terjadi dalam diskusi?
* Perasaan apa yang muncul saat proses pembelajaran?
* Pembelajaran apa saja yang diperoleh melalui Keyakinan Kelas, Posisi Kontrol dan Restitusi
* Jika saya ingin membuat perubahan dengan konsep inkuiri apresiatif: Apa saja yang
perlu saya pelajari lebih lanjut? Apa saja strategi yang dilakukan untuk melaksanakan
perubahan?
GAMBAR 1-Ilustrasi Modul 1.4 Sub Materi : Budaya Positif | GAMBAR 2 Diskusi Kecil Kasus Per Kasus |
DODok. |
|
Saya masih belajar modul 1.4 yaitu tentang budaya positif 1.4.a.2. Pendahuluan Lesson, 1.4.a.3. Mulai dari diri - Budaya Positif dan 1.4.a.4. Eksplorasi Konsep - Budaya Positif Ada beberapa pertanyaan penting yg harus dijawab CGP 04 meliputi :
Bagaimana Anda sendiri sebagai seorang pendidik dapat menciptakan suasana positif di lingkungan sekolah Anda selama ini? Apa hubungan antara menciptakan suasana yang positif dengan proses pembelajaran yang berpihak pada murid? Bagaimana penerapan disiplin saat ini di sekolah Anda, apakah sudah diterapkan dengan efektif, bila belum, apa yang menurut Anda masih perlu dikembangkan? Selanjutnya Anda dapat melakukan refleksi terhadap bagaimana kita dapat menciptakan sebuah budaya positif. Apa saja harapan-harapan yang ingin Anda lihat berkembang pada diri Anda, sebagai seorang pendidik setelah mempelajari modul ini? Apa saja harapan-harapan yang ingin Anda lihat berkembang pada murid-murid Anda setelah mempelajari modul ini? Apa saja kegiatan, materi, manfaat yang Anda harapkan ada dalam modul ini? Pembelajaran apa saja yang diperoleh melalui Keyakinan Kelas, Posisi Kontrol dan Restitusi ? Dalam pergaulan ada keyakinan/kesepakatan terkadang keyakinan kelas itu dilanggar oleh pelaku di dalamnya, oleh karena kita hidup di masyarakat diperlukan perbaikan hubungan dengan restituti. Peranan posisi kontrol ini dilakukan oleh pemuka/ketua/kepala sekolah/guru pengampu agar restitusi berjalan. Itulah pembelaran yang kami peroleh saat ini dimana posisi kontrol kita sebagai manager, penghukum, teman, pemantau dapat dioptimalkan. | Ruang Kolaborasi menyelesaikan studi kasus tentang Fifi dan Natali bersama guru Eni dan Guru Santi menggunakan budaya positif yakni keyakinan kelas, restitusi dan posisi kontrol. Adapun materi 1.4 yang sudah dipelajari adalah : 1.4.a.5. Ruang Kolaborasi - Kerja KelompokGoogle Meet for Moodle
Dalam ruang kolaborasi dilakukan pembagian 4 group (group 1-4) terdiri dari 3-4 orang CGP oleh ibu Diany Rise selaku fasilitator. Masing-masing group mendapatkan 1 Kasus. Peristiwa-peristiwa apa saja yang terjadi dalam diskusi? Dalam diskusi kecil kelompok 1 mengangkat Kasus 1 yakni kasus Fifi dan Natali yang mencuekin guru pengganti bu Santi bernama bu Eni, kasus berlanjut hingga mereka harus mengatur restitusi perbaikan berupa permintaan maaf dan tidak mengulangi lagi kesalahan serta berbuat baik kepada guru pengganti. Dalam diskusi disepakati bahwa kasus Fifi murni karena kesalahan pribadi mereka atas keyakinan kelas yang dilanggarnya. |
GAMBAR 3-Presentasi Kasus 1-4 Pada Modul 1.4 Budaya Positif | GAMBAR 4 Pendampingan dan Sosialisasi E-Raport |
dokpri
|
|
Senin, 13 Desember 2021 kami melakukan presentasi kelompok, yang kami tampilkan adalah kasus 1 yakni Fifi dan Natali yang cuek pada kelasnya bu Eni Guru Matematika. Dalam kasus Fifi dan Natali telah melakukan restitusi diri membuat keyakinan kelas baru agar ditaati oleh kelas dan mereka meminta maaf. Perasaan apa yang muncul saat proses pembelajaran? Saya merasa mendapatkan asupan vitamin baru bernama keyakinan kelas, posisi kontrol dan restitusi kepada murid dan tentunya warga sekolah. Saya merasakan manfaat yang besar mengenali, memahami dan mencoba menerapkan dalam kepemimpinan pembelajaran ini menggunakan pendekatan posisi kontrol, restitusi dan budaya positif berkembang di sekolah. | Jika saya ingin membuat perubahan dengan Posisi Kontrol Apa saja yang perlu saya pelajari lebih lanjut? Pada Aksi nyata kali ini saya melakukan PENDAMPINGAN ADMINISTRATOR E-RAPORT bersama guru staf Waka Kurikulum SMK N 6 Surakarta. Dalam rangka persiapan entry data penilaian e-raport kami melakukan pendampingan admin menyiapkan atribut (siswa, mapel, guru dan relasi mapel) di laman http://smkn6.sipkur.net Mode tatap muka langsung di ruang Vicon bersama 6 orang admin. Apa saja strategi yang dilakukan untuk melaksanakan perubahan? Pada hari Senin, 13 Desember 2021 kami mengadakan Sosialisasi dan Penyegaran E-Raport kepada seluruh siswa kelas X secara daring, Acara dimaksudkan untuk menjelaskan ttg E-raport dan pengisian biodata siswa secara mandiri dan akuntable. Selama beberapa tahun pengisian e-raport dari siswa dihandle oleh admin di kelas dengan pendampingan dari wali kelas. Pada kenyataannya masih banyak wali kelas dan siswa salah mengisi biodata mis. Entry tanggal lahir, entry tanggal masuk sekolah dan lain-lain. Kali ini kita ubah dengan pendekatan kemandirian siswa melalui pendampingan secara daring. Budaya positifnya adalah siswa bertanggung jawab atas datanya sendiri dan wali kelas sebagai verifikator dan fasilisator e --raport. Pada hari itu juga siswa diberi waktu bertanya, dan admin langsung mendemontrasikan isian dari akun siswa.
|